Mayor Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Zohran Mamdani, Ketegangan hukum dan diplomasi di New York. Wali Kota Zohran Mamdani menegaskan keterbatasan wewenang kota untuk menangkap Benjamin Netanyahu, namun mendesak pemerintah federal mengeksekusi surat perintah ICC. Dok: Istimewa.

Foto Zohran Mamdani, Ketegangan hukum dan diplomasi di New York. Wali Kota Zohran Mamdani menegaskan keterbatasan wewenang kota untuk menangkap Benjamin Netanyahu, namun mendesak pemerintah federal mengeksekusi surat perintah ICC. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Wali Kota New York Zohran Mamdani menyampaikan pernyataan resmi mengenai status hukum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Keterbatasan Otoritas Hukum Kota New York

Pemerintah kota New York tidak mengantongi wewenang hukum mandiri untuk menangkap Benjamin Netanyahu.

Mamdani menyampaikan kepastian hukum tersebut melalui unggahan video di platform X pada Selasa malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa tim hukum kota telah menguji seluruh celah perundang-undangan yang ada.

Oleh karena itu, Balai Kota New York harus menyerahkan kewenangan eksekusi kepada pemerintah pusat.

Baca Juga :  SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Mamdani melabeli Netanyahu sebagai penjahat perang atas krisis kemanusiaan di Gaza.

Ia menegaskan bahwa New York menolak kedatangan Pemimpin Israel tersebut pada September mendatang.

Netanyahu berencana mendatangi markas PBB di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum.

Desakan Kepada Washington dan Jaminan Donald Trump

Mamdani mendesak pemerintah federal Amerika Serikat untuk segera mengambil langkah hukum tegas.

Ia meminta Washington bergabung menjadi anggota resmi Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Langkah ini bertujuan memuluskan penangkapan Netanyahu saat menginjakkan kaki di tanah Amerika.

Namun, Presiden Donald Trump memberikan jaminan perlindungan penuh kepada Netanyahu melalui media sosial.

Trump memastikan bahwa aparat Amerika Serikat tidak akan menangkap Netanyahu dalam bentuk apa pun.

Baca Juga :  Remaja 15 Tahun di Cabuli Ayah Kandung di Cilincing, Kini Hamil 6 Bulan

Pernyataan Trump ini sekaligus mengunci ruang gerak spekulasi penangkapan pejabat Israel di Amerika Serikat.

Kecaman Keras dari Diplomat Senior Israel

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon melayangkan protes keras terhadap pernyataan Mamdani.

Danon mendesak Wali Kota New York menghentikan penyebaran propaganda Hamas di ruang publik.

Ia meminta Mamdani memfokuskan perhatian pada pelayanan kesejahteraan warga New York semata.

Sebelumnya, Mahkamah Pidana Internasional merilis surat perintah penangkapan Netanyahu pada tahun 2024.

Hakim ICC menuduh Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant melakukan kejahatan kemanusiaan.

ICC menilai Israel menggunakan kelaparan sebagai taktik perang serta menargetkan warga sipil di Gaza.

Sebaliknya, pemerintah Israel membantah keras seluruh tuduhan kejahatan perang tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB