Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah hukum selamatkan posisi presiden. Pengadilan Tinggi Afrika Selatan membekukan sementara proses pemakzulan Presiden Cyril Ramaphosa terkait skandal uang di sofa peternakan Phala Phala. Dok: Istimewa.

Langkah hukum selamatkan posisi presiden. Pengadilan Tinggi Afrika Selatan membekukan sementara proses pemakzulan Presiden Cyril Ramaphosa terkait skandal uang di sofa peternakan Phala Phala. Dok: Istimewa.

CAPE TOWN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengantongi kemenangan hukum penting hari Jumat ini.

Pembekuan Sementara Proses Pemakzulan

Pengadilan Tinggi Western Cape mengabulkan permohonan penghentian sementara sidang pemakzulan Ramaphosa.

Hakim membekukan proses pemakzulan hingga peninjauan hukum atas laporan parlemen selesai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, keputusan ini tidak menghentikan seluruh aktivitas komite pemakzulan.

Komite tetap melanjutkan pekerjaan persiapan administratif untuk persidangan mendatang.

Ramaphosa menyambut gembira putusan hakim tersebut melalui pernyataan resmi kantor kepresidenan.

Baca Juga :  Trump Picu Bara di Hormuz: Kapal Komersial Terbakar

Ia berjanji memenuhi seluruh proses akuntabilitas hukum yang berlaku.

Ramaphosa menegaskan penghormatan penuh terhadap independensi lembaga peradilan negara.

Akar Skandal Sofa Peternakan Phala Phala

Para anggota parlemen mengawali proses pemakzulan pada bulan Juni lalu.

Langkah ini menyusul penerbitan laporan investigasi khusus milik parlemen.

Laporan tersebut menilai Ramaphosa wajib memberikan penjelasan secara transparan.

Perampok menggasak uang tunai 580 ribu dolar AS dari peternakan Phala Phala pada 2020.

Laporan mempertanyakan alasan Ramaphosa menyimpan uang raksasa di dalam sofa.

Tim penyidik mendalami asal-usul kepemilikan uang asing tersebut.

Mereka menguji legalitas deklarasi mata uang asing milik presiden.

Penyidik juga mempertanyakan alasan Ramaphosa menunda laporan kepolisian.

Baca Juga :  Rusia Semprot Jepang: Moskow Tuntut Memorial Korban Ketimbang Yasukuni

Oleh karena itu, Ramaphosa mengajukan gugatan hukum guna membatalkan laporan tersebut.

Siasat Partai Politik dan Putusan Mahkamah Konstitusi

Skandal Phala Phala menjadi beban politik terberat Ramaphosa sejak memimpin pada 2018.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan membenarkan validitas laporan parlemen awal tahun ini.

Hakim mengizinkan keberlanjutan proses pemakzulan bagi sang presiden.

Padahal, partai penguasa ANC sempat memenangi pemungutan suara untuk menghadang pemakzulan.

Kini, komite pemakzulan menghimpun perwakilan dari seluruh partai politik parlemen.

Sebagian besar partai politik bersiap mempelajari putusan Pengadilan Tinggi Western Cape.

Mereka mempertimbangkan langkah pengajuan banding resmi ke tingkat hukum lebih tinggi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal
Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO
Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina
Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS
Dua Kobaran Api Raksasa Bersiap Menyatu di Barat Madrid
Jepang Kembangkan Sistem SHIELD dan Reorganisasi Industri
Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi
Ribuan Pemuda Bentrok dengan Polisi di New Delhi Desak Menteri

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:27 WIB

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:21 WIB

Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:11 WIB

Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Ancaman ganda jalur energi global. Kelompok Houthi menyerang dua tanker minyak Saudi dan memblokir Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:27 WIB

Peluang dan tantangan industri sawit. MPOC memproyeksikan harga CPO Agustus bertahan stabil berkat mandat B50 Indonesia serta dinamika pasar energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:19 WIB

Langkah hukum selamatkan posisi presiden. Pengadilan Tinggi Afrika Selatan membekukan sementara proses pemakzulan Presiden Cyril Ramaphosa terkait skandal uang di sofa peternakan Phala Phala. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:21 WIB

Krisis pasokan pangan dunia. Raksasa pelayaran Maersk dan Hapag-Lloyd menghentikan operasional ke pelabuhan Ukraina akibat gempuran rudal Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina

Sabtu, 25 Jul 2026 - 09:11 WIB

Manuver diplomasi ekonomi Pakistan. Islamabad mengajukan fasilitas dana stabilitas 10 miliar dolar AS kepada Washington di tengah keraguan para ekonom. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Sabtu, 25 Jul 2026 - 07:32 WIB