Pengadilan Australia Tolak Banding Pauline Hanson

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kekalahan hukum politisi sayap kanan. Pengadilan Federal Australia menolak banding Pauline Hanson atas kasus diskriminasi rasial terhadap Senator Mehreen Faruqi. Dok: Istimewa.

Kekalahan hukum politisi sayap kanan. Pengadilan Federal Australia menolak banding Pauline Hanson atas kasus diskriminasi rasial terhadap Senator Mehreen Faruqi. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Pengadilan Federal Australia memperkuat keputusan hukum terkait kasus diskriminasi rasial yang melibatkan dua politisi senior.

Penolakan Banding oleh Pengadilan Federal

Pengadilan Federal Australia menolak permohonan banding politisi Pauline Hanson hari Senin ini.

Tiga majelis hakim menguatkan putusan diskriminasi rasial secara bulat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menyeret nama Senator Partai Hijau Mehreen Faruqi.

Hakim menilai komentar Hanson melanggar undang-undang perlindungan rasial.

Baca Juga :  CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Hanson tidak bisa menggunakan dalih hak kebebasan berpendapat.

Pernyataan Tegas Faruqi dan Langkah Hanson

Faruqi menyambut gembira keputusan majelis hakim tersebut.

Ia menyebut kemenangan ini milik seluruh korban aksi rasisme.

Dokumen putusan setebal 434 paragraf mengonfirmasi tindakan kebencian Hanson.

Hakim membuktikan perilaku rasisme dan Islamofobia milik Hanson.

Sebaliknya, Hanson mengaku sangat kecewa terhadap hasil persidangan.

Pemimpin Partai One Nation ini menyiapkan langkah hukum lanjutan.

Tim hukum Hanson bersiap mengajukan banding ke Mahkamah Agung Australia.

Awal Mula Sengketa Media Sosial

Perselisihan kedua politisi ini meletus pada September 2022 lalu.

Faruqi mengkritik wafatnya Ratu Elizabeth II lewat platform X.

Baca Juga :  Sony Mematenkan AI Adaptif Untuk NPC dan Boss

Ia menolak berduka bagi pemimpin kekaisaran rasialis.

Hanson kemudian membalas unggahan Faruqi secara sangat kasar.

Ia menyuruh Faruqi segera angkat kaki kembali ke Pakistan.

Pengadilan tahun 2024 mengadili komentar berbau Islamofobia tersebut.

Hakim menilai ucapan Hanson merendahkan warga Muslim dan imigran.

Dinamika Politik Partai One Nation

Hanson mendirikan Partai One Nation pada tahun 1997.

Partai sayap kanan ini mengusung retorika ketat anti-imigrasi.

Meskipun memicu kontroversi, popularitas Hanson justru meningkat belakangan ini.

Sejumlah lembaga survei mencatat kenaikan dukungan publik bagi partainya.

Kini publik menanti kelanjutan pertarungan hukum di Mahkamah Agung.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Volkswagen dan Xpeng Belum Mengangkat Penjualan Mobil
Warisan 31 Tahun BioWare: Studio Legendaris Penentu Standar
Mode DMZ Call of Duty Kembali di Modern Warfare 4
Bandai Namco Umumkan Jadwal Rilis Dragon Ball Xenoverse 3
EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Proyek Mass Effect 5
Microsoft Siapkan Konsol Xbox Project Helix Generasi Baru
Kebocoran Data Capcom ID Berdampak pada 11,7 Juta Akun
Komunitas Beralih dari Emulasi: Tren Native Port Gim Konsol

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Volkswagen dan Xpeng Belum Mengangkat Penjualan Mobil

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Warisan 31 Tahun BioWare: Studio Legendaris Penentu Standar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Mode DMZ Call of Duty Kembali di Modern Warfare 4

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Bandai Namco Umumkan Jadwal Rilis Dragon Ball Xenoverse 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00 WIB

EA Resmi Tutup Studio BioWare dan Proyek Mass Effect 5

Berita Terbaru