SANTA CLARA, POSNEWS.CO.ID – Raksasa semikonduktor Intel mengambil langkah besar guna memperkuat daya saing produk.
Pengumuman CEO Lip-Bu Tan dan Strategi Pasar
CEO Intel Lip-Bu Tan menyampaikan kabar penting minggu ini.
Tan membagikan strategi baru perusahaan pada laporan keuangan kuartal kedua 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Intel resmi menghidupkan kembali teknologi legendaris Hyper-Threading.
Langkah taktis ini bertujuan mendongkrak performa prosesor secara signifikan.
Perusahaan ingin merebut kembali dominasi pasar CPU dari para pesaing.
Selain itu, Intel mengoptimalkan performa single-thread pada arsitektur baru.
Manajemen meyakini kombinasi ini akan meningkatkan daya pikat produk.
Cara Kerja Hyper-Threading dan Rekam Jejak
Masyarakat mengenal Hyper-Threading sebagai inovasi Simultaneous Multi-Threading (SMT).
Teknologi ini memungkinkan satu inti fisik menjalankan dua thread sekaligus.
Oleh karena itu, sistem memproses beban kerja berat secara lebih efisien.
Pengembang tidak perlu menambah jumlah inti fisik di dalam chip.
Namun, Intel sempat menghapus fitur ini dari prosesor Arrow Lake-S pada 2024.
Sebelumnya, perusahaan juga memangkas fitur ini sejak era Alder Lake 2021.
Saat itu, hanya Performance Core yang mengusung dukungan Hyper-Threading.
Sementara itu, Efficiency Core menjalankan tugas menggunakan satu thread tunggal.
Reuni Pertama pada Prosesor Server Xeon 8
Kini, Intel menyiapkan kembalinya fitur tersebut secara bertahap.
Manajemen mengonfirmasi kebangkitan Hyper-Threading pada lini prosesor server.
Prosesor Xeon 8 Coral Rapids menjadi produk perdana yang mengadopsi kembali fitur ini.
Perusahaan menjadwalkan peluncuran resmi Xeon 8 pada tahun 2028 mendatang.
Namun, Intel belum membeberkan rencana bagi lini komputer konsumer.
Pengguna PC rumahan masih harus menunggu kepastian resmi bagi seri Core mendatang.
Tan menegaskan bahwa perusahaan terus mematangkan inovasi teknologi terbaik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













