NAIROBI, POSNEWS.CO.ID – Bencana racun mengancam kelangsungan hidup gajah di wilayah selatan Kenya.
Dugaan Racun Sianida pada Buah Tomat
Otoritas satwa liar mengonfirmasi kematian 15 gajah sepanjang bulan lalu.
Para gajah mati di sekitar kawasan Taman Nasional Amboseli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas mencurigai racun sianida pada buah tomat sebagai penyebab utama.
Petani menanam tomat tersebut di lahan dekat perbatasan taman nasional.
Direktur Jenderal Kenya Wildlife Service (KWS) Erustus Kanga memberikan penjelasan resmi.
Kanga menyebut hasil pengujian laboratorium awal menemukan racun sianida.
“Sianida merupakan bahan kimia yang sangat beracun bagi gajah,” tegas Kanga.
Konflik Petani dan Ancaman Hewan Ternak
Otoritas belum menyebutkan nama tersangka pencemaran tomat tersebut.
Namun warga pernah mencurigai aksi sengaja para petani pada masa lalu.
Petani kerap memberi racun demi mencegah gajah merusak tanaman warga.
Kawasan Amboseli memang berbatasan langsung dengan area pertanian dan peternakan.
KWS membagikan peringatan mengenai dampak bahaya racun yang meluas.
Hewan ternak warga juga sering mencari makan di area tersebut.
Kanga mengkhawatirkan keselamatan kambing dan sapi milik warga lokal.
“Dampak racun ini akan meluas jika masuk ke sistem lingkungan,” ujar Kanga.
Risiko Kesehatan dan Pengawasan Lingkungan
KWS memastikan racun gajah tidak mengancam kesehatan manusia secara langsung.
Namun petugas tetap meningkatkan pengawasan di sekitar perbatasan taman nasional.
Tim ahli terus melacak sumber penyebaran racun sianida di lapangan.
Pemerintah Kenya berjanji menindak tegas pelaku pencemaran racun tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













