NAYPYIDAW, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin rezim militer Myanmar Min Aung Hlaing menyampaikan pidato kenegaraan hari Jumat ini.
Pidato 100 Hari dan Peta Jalan Lima Tahun
Min Aung Hlaing menandai 100 hari masa jabatannya.
Ia membeberkan pencapaian pemerintah di depan 900 pejabat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara berlangsung di gedung parlemen kota Naypyitaw.
Ia merancang peta jalan pembangunan lima tahun.
Pemerintah memfokuskan dua tahun pertama untuk percepatan.
Selanjutnya pemerintah mengejar pembangunan penuh tiga tahun.
Ia berjanji menggelar pemilu khusus tahun 2027.
Pemilu menyasar 102 distrik wilayah konflik bersenjata.
Aturan Wajib Militer dan Kritik Atas ASEAN
Min Aung Hlaing menegaskan keberlanjutan hukum wajib militer.
Pemerintah terus memperkuat pasukan militer dan kepolisian.
Langkah ini bertujuan melawan kelompok penentang kudeta.
Ia mengaku telah mengajak kelompok oposisi menyerahkan senjata.
Selain itu ia melayangkan kritik keras terhadap ASEAN.
Ia menilai konsensus lima poin ASEAN merugikan.
ASEAN mendesak penghentian kekerasan tanpa persetujuan anggota.
Proyek Energi dan Kritik Aktivis Oposisi
Pemerintah juga menyiapkan sepuluh proyek pembangkit listrik.
Rencana mencakup proyek kontroversial hidroelektrik Myitsone.
Pemerintah sekaligus melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Nuklir.
Selain itu petugas berhasil memulangkan 72.000 warga asing.
Warga asing tersebut mengelola jaringan penipuan daring.
Namun aktivis oposisi Nan Lin melayangkan kecaman.
Nan Lin menilai pidato tersebut sekadar siasat.
Rezim menggunakan aturan wajib militer demi menakuti pemuda.
Kondisi masyarakat Myanmar justru akan semakin memburuk.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













