25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung New York bersama 24 negara bagian menggugat kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump usai keputusan Mahkamah Agung AS. Dok: Istimewa.

Jaksa Agung New York bersama 24 negara bagian menggugat kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump usai keputusan Mahkamah Agung AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 25 negara bagian Amerika Serikat resmi menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump pada Senin. Selain itu, para jaksa agung menuduh pemerintah mencari dalih ilegal untuk memungut pajak impor. Jaksa Agung New York Letitia James memimpin gugatan hukum berskala besar tersebut.

Sementara itu, James menilai pemerintah berusaha menaikkan beban pajak keluarga serta pelaku usaha secara ilegal. Padahal, Mahkamah Agung AS telah menggagalkan kebijakan tarif impor Trump pada Februari lalu. Namun, pemerintah langsung menerapkan tarif baru berukuran double-digit terhadap 59 negara serta Uni Eropa.

Baca Juga :  Kim Jong Un dan Ju Ae Tampil Serasi dengan Jaket Kulit

Pemerintah Gunakan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan

Pemerintah Amerika Serikat mengenakan tarif sebesar 10 hingga 12,5 persen sejak bulan lalu. Selain itu, kebijakan baru ini menyasar negara pemasok 99 persen barang impor AS. Pemerintah berdalih bahwa negara-negara tersebut gagal memberantas praktik kerja paksa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, kebijakan anyar ini berlaku tepat saat masa berlaku tarif sementara habis pada 24 Juli. Sebelumnya, Trump memanfaatkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977 untuk memungut tarif. Namun, Mahkamah Agung menegaskan bahwa undang-undang tersebut tidak memberikan wewenang tarif. Akibatnya, pemerintah harus mengembalikan dana pungutan kepada para importir. Oleh karena itu, Trump beralih memakai Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.

Baca Juga :  Natalius Pigai Desak DPR, Korupsi Harus Dianggap Pelanggaran HAM di Indonesia

Gedung Putih Tegaskan Sisi Legalitas Kebijakan Tarif

Juru Bicara Gedung Putih Kush Desai membela langkah hukum pemerintahan Presiden Donald Trump. Selain itu, Desai menyatakan bahwa pemerintah menggunakan wewenang sah untuk melindungi perdagangan nasional. Pemerintah menilai praktik kerja paksa di luar negeri merugikan para pekerja Amerika Serikat.

Sementara itu, Gedung Putih menganggap Pasal 301 sebagai instrumen hukum yang sangat kuat. Bahkan, Trump telah membuktikan ketahanan hukum pasal tersebut sejak masa jabatan pertamanya. Namun, para jaksa agung negara bagian tetap melanjutkan gugatan ke pengadilan federal. Oleh karena itu, pertarungan hukum terkait tarif impor ini kembali memanas.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan
Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik
Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12 WIB

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan

Jumat, 6 November 2026 - 09:40 WIB

Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Berita Terbaru

Rumor chipset Galaxy S27 Ultra kembali berbelok: Snapdragon atau Exynos 2700? Simak rangkuman bocoran terbaru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Galaxy S27 Ultra: Snapdragon dan Exynos 2700

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:16 WIB

Honor 700 Series tampil dengan layar kedua di modul kamera belakang. Pre-order sudah berjalan di China. Simak model, warna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honor 700 Series Punya Layar Kedua di Modul Kamera

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:15 WIB