Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu menolak menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas melucuti seluruh senjata di tengah penemuan ratusan jenazah korban perang. Dok: Istimewa.

PM Israel Benjamin Netanyahu menolak menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas melucuti seluruh senjata di tengah penemuan ratusan jenazah korban perang. Dok: Istimewa.

Perselisihan Diplomasi Dan Ultimatum Pelucutan Senjata

JERUSALEM, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak draf kesepakatan damai Presiden AS Donald Trump. Ia menegaskan tentara Israel tidak akan mundur dari wilayah Gaza. Selanjutnya, Netanyahu menuntut milisi Hamas menuntaskan pelucutan senjata secara total. Langkah tegas ini memicu keretakan hubungan diplomatik antara Tel Aviv dan Washington. Namun, pemerintah AS terus menekan kedua pihak agar menghentikan pertempuran.

Baca Juga :  Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Sementara itu, draf kesepakatan AS meminta Israel menarik pasukan dari 60 persen wilayah Gaza. Selain itu, rencana tersebut mengatur penghentian seluruh operasi militer secara bertahap. Namun, Netanyahu mengutamakan keamanan warga serta wilayah Israel di atas kesepakatan tersebut. Akibatnya, negosiasi perdamaian kembali menghadapi kebuntuan politik.

Penemuan Jenazah Massal Dan Krisis Kemanusiaan

Sementara negosiasi mandek, warga Gaza menggelar pemakaman massal bagi 112 korban tewas. Tim penyelamat menemukan jenazah tersebut di bawah reruntuhan bangunan kawasan Sabra. Sebelumnya, jet tempur Israel menghancurkan kompleks pemukiman tersebut pada November 2023. Kemudian, warga menguburkan para korban di pemakaman dekat lokasi kejadian.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas melampaui 73.377 jiwa. Selanjutnya, tim medis mencurigai ribuan jenazah lain masih tertimbun reruntuhan beton. Namun, hancurnya infrastruktur memperlambat proses pencarian korban di seluruh kawasan. Akibatnya, jutaan pengungsi Gaza menghadapi krisis kesehatan dan wabah penyakit mendadak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 November 2026 - 06:08 WIB

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:05 WIB

Donald Trump memuji kemenangan Demokrat pada Pemilu Sela 2026 dan menyalahkan isu perang Iran. Simak ulasan pengakuan Trump dan reaksi Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:30 WIB

Partai Demokrat sukses menguasai Kongres AS pada Pemilu Sela 2026. Simak ulasan kemenangan Senat, hasil pemilihan gubernur, serta respons Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:26 WIB