Mendorong Lisensi Produksi Rudal Patriot
POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Amerika Serikat terus mendesak perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina. Pemerintah Kyiv membutuhkan pasokan rudal PAC-3 secara mendesak demi melumpuhkan serangan balistik Rusia. Namun, Presiden Donald Trump sempat meragukan kesepakatan tersebut pekan lalu. Meski demikian, para pejabat Amerika Serikat tetap melanjutkan pembahasan teknis hingga saat ini.
Utusan Amerika Serikat untuk NATO Matthew Whitaker memimpin langsung upaya diplomasi ini. Whitaker telah berkunjung ke Kyiv untuk menilai kesiapan industri senjata Ukraina. Selain itu, pihak Amerika Serikat mempertimbangkan perakitan akhir komponen rudal di Jerman. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan teknologi canggih milik Amerika Serikat.
Opsi Produksi dan Tekanan Pasokan Global
Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan krisis pertahanan udara yang menimpa negaranya. Pasokan rudal Patriot Ukraina sudah habis dalam menghadapi gelombang serangan baru. Akibatnya, militer Ukraina gagal menahan gempuran puluhan rudal balistik Rusia. Oleh karena itu, Kyiv mendesak percepatan lisensi pembuatan rudal versi lebih murah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, kelangkaan rudal Patriot meluas akibat perang di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat mengalihkan sebagian stok Patriot demi mengamankan sekutu di Teluk. Namun, produsen senjata Lockheed Martin menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan Ukraina secara penuh. Selanjutnya, kedua negara akan mematangkan skema kerja sama industri pertahanan jangka panjang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













