AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Amerika Serikat melanjutkan perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia. Dok: Istimewa.

Amerika Serikat melanjutkan perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan udara dari serangan Rusia. Dok: Istimewa.

Mendorong Lisensi Produksi Rudal Patriot

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Amerika Serikat terus mendesak perundingan lisensi produksi rudal interceptor Patriot untuk Ukraina. Pemerintah Kyiv membutuhkan pasokan rudal PAC-3 secara mendesak demi melumpuhkan serangan balistik Rusia. Namun, Presiden Donald Trump sempat meragukan kesepakatan tersebut pekan lalu. Meski demikian, para pejabat Amerika Serikat tetap melanjutkan pembahasan teknis hingga saat ini.

Utusan Amerika Serikat untuk NATO Matthew Whitaker memimpin langsung upaya diplomasi ini. Whitaker telah berkunjung ke Kyiv untuk menilai kesiapan industri senjata Ukraina. Selain itu, pihak Amerika Serikat mempertimbangkan perakitan akhir komponen rudal di Jerman. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan teknologi canggih milik Amerika Serikat.

Baca Juga :  Ketua KMT Cheng Li-wun Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Tiongkok

Opsi Produksi dan Tekanan Pasokan Global

Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan krisis pertahanan udara yang menimpa negaranya. Pasokan rudal Patriot Ukraina sudah habis dalam menghadapi gelombang serangan baru. Akibatnya, militer Ukraina gagal menahan gempuran puluhan rudal balistik Rusia. Oleh karena itu, Kyiv mendesak percepatan lisensi pembuatan rudal versi lebih murah.

Di sisi lain, kelangkaan rudal Patriot meluas akibat perang di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat mengalihkan sebagian stok Patriot demi mengamankan sekutu di Teluk. Namun, produsen senjata Lockheed Martin menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan Ukraina secara penuh. Selanjutnya, kedua negara akan mematangkan skema kerja sama industri pertahanan jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

Pejabat Houthi menjamin keamanan kapal Amerika Serikat di Laut Merah sambil memperingatkan sekutu Arab Saudi. Simak rincian pernyataan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB