Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi Gugur Akibat Serangan Udara AS-Israel

Jumat, 10 April 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kehilangan tokoh besar diplomasi. Mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharazi meninggal dunia akibat luka-luka dari serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Dok: Istimewa.

Kehilangan tokoh besar diplomasi. Mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharazi meninggal dunia akibat luka-luka dari serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Dunia diplomatik Iran kembali berduka di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang belum mereda. Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi, secara resmi dinyatakan meninggal dunia pada Kamis malam waktu setempat.

Dalam konteks ini, kematian diplomat senior tersebut merupakan dampak langsung dari kampanye militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kharazi wafat pada usia 81 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir di tahun 2026 ini.

Kronologi Serangan di Kediaman Teheran

Otoritas media Iran, termasuk kantor berita Mehr dan Isna, melaporkan bahwa Kharazi mengalami luka parah saat kediamannya di Teheran menjadi sasaran bom. Secara khusus, serangan udara tersebut berlangsung pada tanggal 1 April 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah militer yang ia labeli sebagai “serangan teroris oleh musuh Amerika-Zionis” tersebut juga membawa tragedi bagi keluarga inti sang diplomat. Media melaporkan bahwa istri Kamal Kharazi tewas seketika dalam hantaman rudal di rumah mereka. Oleh karena itu, wafatnya Kharazi menambah daftar panjang elit politik Iran yang gugur dalam gelombang serangan udara yang dimulai sejak 28 Februari tersebut.

Baca Juga :  Kabar Baik dari Gaza: Status Kelaparan Dicabut, PBB Peringatkan Risiko Masih Tinggi

Jejak Karier: Dari PBB hingga Menlu Reformis

Kamal Kharazi merupakan figur sentral dalam kebijakan luar negeri Iran selama hampir tiga dekade. Sebelum menjabat sebagai menteri, ia bertugas sebagai utusan tetap Iran untuk PBB di New York. Bahkan, pengalamannya di kancah internasional membuatnya menjadi penasihat tepercaya bagi berbagai generasi pemimpin di Teheran.

Lebih lanjut, Kharazi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari tahun 1997 hingga 2005 di bawah pemerintahan reformis Mohammad Khatami. Selama masa jabatannya, ia aktif mengupayakan dialog antar-peradaban dan mencoba memperbaiki hubungan Iran dengan dunia Barat. Sebagai hasilnya, ia sangat dihormati oleh komunitas diplomatik global sebagai suara yang rasional di tengah dinamika politik Iran yang kompleks.

Peran Terakhir di Dewan Strategis Internasional

Hingga hari-hari terakhirnya, Kharazi tetap aktif memberikan kontribusi bagi negara. Ia menjabat sebagai Kepala Dewan Strategis untuk Hubungan Internasional, sebuah lembaga pemikir penting yang berada langsung di bawah kementerian luar negeri Iran.

Baca Juga :  KPK Sita Mobil Innova Milik Eks Dirjen Kemnaker Haryanto

Dalam hal ini, posisi strategis Kharazi menjadikannya sebagai jembatan informasi utama dalam merumuskan respon diplomatik Teheran terhadap agresi militer saat ini. Akibatnya, kematiannya dipandang sebagai kerugian intelektual yang signifikan bagi struktur pertahanan diplomatik Iran. Penargetan terhadap tokoh sekelas Kharazi mengirimkan sinyal kuat bahwa Washington dan Tel Aviv berniat melumpuhkan seluruh lapisan kepemimpinan strategis Iran.

Menanti Respon Eskalasi Teheran

Masa depan diplomasi Timur Tengah kian suram seiring gugurnya para diplomat senior di medan perang. Pada akhirnya, status “syahid” yang pemerintah sematkan kepada Kharazi akan semakin memperkeras posisi Teheran di meja perundingan mendatang.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini mengkhawatirkan adanya serangan balasan yang lebih agresif dari pihak Garda Revolusi sebagai bentuk pembalasan atas kematian Kharazi. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian ini, hilangnya mediator berpengalaman seperti Kamal Kharazi membuat jalur keluar dari perang total menjadi semakin terjal dan sulit ditembus.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Berita Terbaru