Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

Pembatasan Wisata Persalinan dan Aturan Baru

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif baru. Pemerintah Washington berusaha membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir. Langkah ini menyasar praktik wisata persalinan (birth tourism) oleh warga asing.

Oleh karena itu, Gedung Putih melarang penerbitan visa untuk tujuan persalinan. Penasihat Gedung Putih Stephen Miller menegaskan pengetatan aturan tersebut. Selain itu, kebijakan baru ini membatasi hak kewarganegaraan anak-anak pegawai pemerintah asing.

Baca Juga :  Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Putusan Mahkamah Agung dan Argumen Hukum

Di sisi lain, Mahkamah Agung Amerika Serikat telah menolak kebijakan serupa pada Juni lalu. Ketua Mahkamah Agung John Roberts menegaskan jaminan Amandemen Ke-14 Konstitusi. Konstitusi menjamin hak kewarganegaraan bagi setiap anak di tanah Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, Trump mengkritik keras putusan enam lawan tiga hakim agung tersebut. Namun, pemerintah tetap mempermasalahkan penyalahgunaan izin tinggal oleh warga asing. Selanjutnya, Gedung Putih mengklaim perintah baru ini tidak melanggar batasan hukum Mahkamah Agung.

Baca Juga :  Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan

Dampak Kebijakan dan Potensi Gugatan

Sementara itu, para pakar hukum memperkirakan kemunculan gugatan baru di pengadilan. Pemerintah Amerika Serikat belum memiliki data pasti mengenai jumlah pelaku wisata persalinan. Namun, lembaga kajian memperkirakan puluhan ribu ibu asing memanfaatkan celah hukum tersebut.

Sebelumnya, aturan tahun 2020 telah melarang penggunaan visa turis untuk tujuan melahirkan. Selain itu, Kongres Amerika Serikat sedang mempertimbangkan undang-undang tambahan terkait wilayah teritorial. Oleh karena itu, pengetatan kewarganegaraan ini memicu perdebatan sengit di tingkat nasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico resmi menggugat pemerintahan Donald Trump atas pencabutan akses Gedung Putih. Simak detail sengketa hukum dan dampaknya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB