Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kehilangan hak takhta. Pemerintah Inggris bersiap mengajukan undang-undang guna menghapus nama Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi kerajaan menyusul penyelidikan kriminal terkait jaringan Jeffrey Epstein. Dok: CGTN.

Kehilangan hak takhta. Pemerintah Inggris bersiap mengajukan undang-undang guna menghapus nama Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi kerajaan menyusul penyelidikan kriminal terkait jaringan Jeffrey Epstein. Dok: CGTN.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kabar mengejutkan kembali mengguncang institusi monarki Inggris pada Jumat (20/2/2026). Pemerintah Inggris kini mempertimbangkan untuk memperkenalkan undang-undang baru guna menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi kerajaan.

Langkah ini merupakan konsekuensi hukum paling berat bagi mantan pangeran tersebut. Oleh karena itu, otoritas berencana merealisasikan kebijakan ini segera setelah kepolisian menyelesaikan seluruh rangkaian penyelidikan kriminal terhadap dirinya.

Penangkapan atas Pelanggaran Jabatan Publik

Situasi hukum Andrew memburuk setelah aparat menangkapnya pada hari Kamis. Polisi mencurigai Andrew melakukan pelanggaran jabatan publik yang serius. Meskipun demikian, petugas membebaskan Andrew setelah ia menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di dalam tahanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini memanas seiring dengan pengawasan ketat terhadap hubungan masa lalunya dengan predator seks Jeffrey Epstein. Selanjutnya, Kepolisian Metropolitan (Met Police) memberikan pernyataan resmi mengenai rilis dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Met Police menduga bahwa beberapa bandara di London mungkin petugas gunakan untuk memfasilitasi perdagangan manusia dan eksploitasi seksual di masa lalu.

Baca Juga :  Trump Mainkan Kartu Ekonomi di Asia: Fokus Harga Murah

Dukungan Penuh dari Raja Charles III

Raja Charles III mengambil sikap yang sangat asertif dalam menghadapi krisis keluarga ini. Pada Kamis malam, istana menegaskan bahwa hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Raja memberikan dukungan dan kerja sama penuh kepada pihak kepolisian dalam menjalankan tugas mereka,” tulis pernyataan resmi istana. Dengan demikian, sang Raja memilih untuk tidak melindungi adiknya demi menjaga integritas hukum negara. Tindakan ini mempertegas komitmen monarki modern untuk bersikap transparan terhadap setiap pelanggaran hukum di lingkungan internal kerajaan.

Baca Juga :  Buntu di Kremlin: Putin Ancam Eropa Kalah Cepat, Tolak Proposal Damai Tandingan

Pengucilan dari Lingkaran Kerajaan

Andrew Mountbatten-Windsor sebenarnya sudah kehilangan gelar kerajaan dan gelar militernya sejak Oktober tahun lalu. Bahkan, ia harus meninggalkan kediamannya di Royal Lodge dan pindah ke akomodasi pribadi yang lebih sederhana.

Alhasil, statusnya kini sepenuhnya setara dengan warga sipil biasa di mata hukum. Para pengamat politik menilai bahwa penghapusan dari garis suksesi akan menjadi titik akhir dari karier publik Andrew. Dunia internasional kini memantau dengan cermat bagaimana Parlemen Inggris akan merumuskan landasan hukum untuk memutus hubungan takhta dengan salah satu anggota keluarga senior tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan
Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel
KPK Telusuri Hubungan Silmy Karim dan Andrej Frey dalam Skandal Izin Tinggal WNA
Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?
Satpol PP Segel Helen’s Night Mart Usai Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 9 Juni 2026, Langit Berawan dan Minim Potensi Hujan
Pemilu Armenia Jadi Saksi Perjuangan Pashinyan Dekati Barat
Penjaga Pantai Taiwan Usir Empat Kapal Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:14 WIB

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:08 WIB

Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:09 WIB

KPK Telusuri Hubungan Silmy Karim dan Andrej Frey dalam Skandal Izin Tinggal WNA

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:03 WIB

Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:29 WIB

Satpol PP Segel Helen’s Night Mart Usai Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang

Berita Terbaru

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Poros Pertahanan

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:14 WIB

Ketegangan membara di Timur Tengah. Iran mengumumkan berakhirnya gelombang serangan rudal ke Israel sambil memperingatkan aksi militer susulan jika agresi di Lebanon berlanjut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Selasa, 9 Jun 2026 - 09:08 WIB

Menjamin keadilan transaksi hulu. Penjelasan rumus resmi penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit berbasis Indeks K dan harga CPO global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bagaimana Cara Menentukan Harga TBS Sawit?

Selasa, 9 Jun 2026 - 08:03 WIB