Misteri 2.000 SGD Hilang, KPK Siap Periksa Ajudan Menhut dan Kapolres Kuansing

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru penyidikan kasus amplop Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang diberikan kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Penyidik kini menelusuri hilangnya 2.000 dolar Singapura (SGD) dari amplop tersebut.

KPK juga membuka peluang memeriksa ajudan Menhut dan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana jika mengetahui proses pemberian maupun pengembalian amplop itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih mendalami selisih uang dalam amplop.

Pihak terkait diduga memberikan total 14.000 SGD, tetapi mereka hanya mengembalikan 12.000 SGD yang kemudian disita KPK.

Baca Juga :  Menteri HAM Natalius Pigai Luncurkan Satu Data HAM, Akhiri Kacau-Balau Data Hak Asasi di Indonesia

β€œPenyidik akan menelusuri mengapa ada selisih antara jumlah yang diberikan dan jumlah yang dikembalikan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Karena itu, KPK dapat meminta keterangan semua pihak yang mengetahui alur pengembalian uang tersebut.

Ajudan Menhut dan Polres Kuansing Masuk Radar

Penyidik akan memanggil ajudan Menteri Kehutanan maupun pihak Polres Kuansing jika membutuhkan keterangan mereka untuk mengungkap keberadaan 2.000 SGD yang hilang.

Budi belum mengungkap nama pihak yang akan dipanggil, tetapi menegaskan penyidik akan memeriksa siapa pun yang mengetahui proses pengembalian amplop.

Berawal dari Pertemuan 2 Juni 2026

Kasus ini bermula saat Suhardiman Amby bertemu Raja Juli Antoni di Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026.

Baca Juga :  Selebgram Brunei Jadi Tersangka Penganiayaan Maut di Blok M Jakarta Selatan

Dalam pertemuan itu, Suhardiman diduga meninggalkan sebuah amplop berisi uang.

KPK mengusut pemberian tersebut dalam penyidikan dugaan korupsi pengurusan tata ruang kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kabupaten Kuansing, Riau.

Penyidik menduga uang dalam amplop berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) para petani yang tergabung dalam sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di Kuansing.

Sejumlah pihak diduga mengumpulkan dana itu untuk mengurus rekomendasi pelepasan kawasan hutan.

KPK Sita 12.000 SGD

Plh Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan penyidik menemukan informasi bahwa para petani KUD mengumpulkan 14.000 SGD.

Namun, saat penyitaan berlangsung, penyidik hanya menyita 12.000 SGD. KPK kini menelusuri selisih 2.000 SGD dan alur pengembalian uang tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Konstitusi Bangun Digital Constitutional Court untuk Layanan Publik
SIMASHAM: Aplikasi Pengaduan HAM KemenHAM untuk Laporan Cepat dan Transparan
Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung
Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian
Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla
Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok
Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Mahkamah Konstitusi Bangun Digital Constitutional Court untuk Layanan Publik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Misteri 2.000 SGD Hilang, KPK Siap Periksa Ajudan Menhut dan Kapolres Kuansing

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:13 WIB

SIMASHAM: Aplikasi Pengaduan HAM KemenHAM untuk Laporan Cepat dan Transparan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Berita Terbaru

BNN dan Brimob menggerebek Kampung Bahari Jakarta Utara. (Posnews/BNN)

HUKRIM

BNN Gerebek Kampung Bahari, Bos Narkoba MR Ditangkap

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:14 WIB

BB melaporkan sekitar 2,4 juta anak perempuan Afghanistan kehilangan akses pendidikan menengah sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:00 WIB