NUSA TENGGARA TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi memicu duka mendalam.
Seorang ibu dan dua anaknya dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan rumah di Manggarai Timur, sementara video proses evakuasi korban viral di media sosial.
Bencana itu terjadi di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban diduga terjebak di dalam rumah ketika gempa mengguncang wilayah tersebut. Warga yang berada di lokasi berusaha mengevakuasi korban dari balik puing-puing bangunan yang roboh.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, membenarkan adanya tiga korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Ibu dan dua anak meninggal,” ujar Ahmad Zacky.
Video yang memperlihatkan seorang perempuan terbaring di tengah reruntuhan rumah dengan kondisi mengenaskan beredar luas di berbagai platform media sosial.
Rekaman itu memperlihatkan warga berupaya mengangkat material bangunan untuk mengevakuasi korban.
Gempa Susulan Terus Terjadi
BMKG mencatat gempa utama M 7,7 terjadi di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga 08.45 WITA, BMKG telah merekam 44 kali gempa susulan, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.
Dampak gempa tidak hanya terjadi di Manggarai Timur. Pelabuhan El Say di Kabupaten Sikka juga dilaporkan mengalami kerusakan, dan BNPB menyatakan sedikitnya dua orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka di wilayah Sikka.
BNPB Masih Mendata Korban dan Kerusakan
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pendataan korban jiwa dan kerusakan bangunan masih terus dilakukan.
“Kami masih mendata jumlah korban dan kerusakan fasilitas serta rumah warga yang terdampak gempa,” kata Abdul Muhari.
Hingga kini, pemerintah bersama BMKG, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan evakuasi, pencarian korban, dan pendataan kerusakan.
Kewaspadaan Tetap Menjadi Kunci
Gempa besar yang disertai puluhan gempa susulan menjadi pengingat bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur berada di kawasan rawan aktivitas tektonik.
Karena itu, masyarakat diimbau menjauhi bangunan rusak, mengikuti arahan petugas, dan mengandalkan informasi resmi BMKG serta BNPB. **
Editor : Hadwan














