NTT, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan duka mendalam.
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB, Basarnas mencatat 51 orang meninggal dunia dan 64 warga mengalami luka berat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengatakan tim SAR masih menyisir sejumlah lokasi untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah korban tersebut meningkat dari pembaruan BNPB sebelumnya. Karena proses evakuasi dan identifikasi masih berlangsung, angka korban masih dapat berubah.
Ratusan Gempa Susulan Mengguncang
Selain korban jiwa, gempa utama juga diikuti ratusan aktivitas seismik. BNPB sebelumnya mencatat 341 gempa susulan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus tetap waspada, terutama mereka yang berada di sekitar bangunan rusak. Gempa susulan dapat kembali mengguncang tanpa banyak waktu untuk bersiap.
Karena itu, warga sebaiknya tidak memasuki rumah yang mengalami retak atau kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.
Enam Kabupaten Jadi Prioritas
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta pemerintah daerah segera menetapkan status darurat di wilayah terdampak parah.
Enam kabupaten yang menjadi perhatian utama yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka.
Menurut BNPB, status darurat penting agar pemerintah pusat dan kementerian terkait memiliki dasar untuk mempercepat bantuan anggaran, logistik, peralatan, hingga dukungan teknis.
βMohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya,β tegas Suharyanto.
Posko Darurat Diperkuat
Untuk mempercepat koordinasi, BNPB mendorong pembentukan posko penanganan bencana di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
BNPB juga membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo serta Posko Taktis di Maumere.
Dua lokasi tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan wilayah Flores bagian barat dan timur.
Posko Maumere akan mendukung penanganan di Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Labuan Bajo menjadi pusat koordinasi penanganan wilayah lainnya.
Edukasi Penting Saat Gempa Susulan
Masyarakat yang masih berada di wilayah terdampak perlu mengutamakan keselamatan.
Jika terjadi guncangan, segera lindungi kepala dan tubuh, jauhi kaca serta benda yang mudah jatuh, kemudian keluar menuju tempat terbuka setelah guncangan berhenti.
Jangan kembali ke bangunan yang retak atau rusak. Selain itu, ikuti arahan petugas dan hanya percaya pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.
Solidaritas Jadi Kekuatan
Di tengah kehilangan yang begitu besar, kerja bersama menjadi harapan. Tim SAR, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat terus bergerak untuk mencari korban serta memenuhi kebutuhan para penyintas.
Bencana ini mengajarkan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pilihan, tetapi bagian penting dari keselamatan.
Ketika masyarakat memahami jalur evakuasi, mengikuti informasi resmi, dan saling membantu, peluang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa semakin besar.
NTT sedang berduka, tetapi kepedulian dan gotong royong menjadi cahaya di tengah bencana. **
Editor : Hadwan














