Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungsi gempa NTT bertahan di tenda darurat di Kabupaten Nagekeo, Flores.
(Posnews/BNPB)

Pengungsi gempa NTT bertahan di tenda darurat di Kabupaten Nagekeo, Flores. (Posnews/BNPB)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah bergerak mempercepat pemulihan warga setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan warga dengan rumah rusak ringan akan mendapat bantuan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, warga dengan rumah rusak berat mendapat skema berbeda.

Pemerintah menyiapkan hunian sementara atau Dana Tunggu Hunian (DTH) Rp600 ribu untuk membantu biaya sewa tempat tinggal sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Suharyanto menyampaikan skema tersebut saat meninjau Puskesmas Riung, Kabupaten Ngada, Rabu (19/8/2026).

Bantuan Disesuaikan dengan Kerusakan

BNPB tidak langsung mencairkan bantuan. Pemerintah terlebih dahulu melakukan pendataan dan verifikasi kondisi rumah.

Langkah tersebut penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak. Selain itu, verifikasi dapat mencegah data ganda dan kesalahan dalam menentukan kategori kerusakan.

Suharyanto meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam proses tersebut.

BPBD, organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur terkait harus bekerja bersama agar pendataan berlangsung cepat dan akurat.

Baca Juga :  Pramono Anung Hormati Langkah Hukum Keluarga Korban Balita di Proyek Manggarai

BNPB sendiri terus memperkuat data pemulihan permukiman sebagai bagian dari penanganan pascagempa Flores.

Rumah Rusak Berat Tak Dibiarkan Tanpa Hunian

Bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur, pemerintah menyiapkan dua pilihan tempat tinggal sementara.

Pertama, warga dapat menerima DTH Rp600 ribu untuk kebutuhan menyewa rumah. Kedua, warga dapat menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah.

Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi warga yang memenuhi persyaratan.

Skema tersebut dirancang agar warga tidak terlalu lama hidup dalam kondisi pengungsian.

Dengan tempat tinggal sementara yang layak, masyarakat dapat mulai menata kembali kehidupan sembari menunggu rumah permanen.

Pendataan Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

BNPB menekankan bahwa kecepatan harus berjalan bersama ketelitian. Pemerintah tidak ingin bantuan cepat tetapi salah sasaran.

Karena itu, setiap rumah terdampak harus diperiksa dan dikategorikan secara jelas. Hasil verifikasi kemudian menjadi dasar pemberian bantuan.

Suharyanto juga meminta setiap kabupaten dan kota terdampak segera membentuk satuan tugas (satgas) percepatan penanganan darurat.

Satgas tersebut melibatkan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Tujuannya agar penanganan korban, pendataan kerusakan, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar berjalan dalam satu koordinasi.

Bantuan Logistik Terus Bergerak

Selain memperbaiki rumah, pemerintah tetap memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca Juga :  Tunggu Detik Pembebasan Ira Puspadewi, KPK Menunggu Surat Rehabilitasi dari Pemerintah

BNPB bersama tim gabungan telah menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah Flores, termasuk Pulau Palue, Sikka, melalui jalur laut dan udara.

Pemerintah juga mengirim ribuan paket sembako melalui jalur udara. Pada tahap awal, sebanyak 1.725 paket tiba di Maumere untuk warga Sikka dan Ende.

Pengiriman lainnya membuat total bantuan yang dikirim melalui dua pesawat Hercules pada 15 Agustus mencapai 4.925 paket.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan gempa tidak hanya berfokus pada evakuasi. Pemerintah juga mulai menyiapkan fase pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Bangkit dengan Rumah yang Lebih Aman

Gempa besar meninggalkan kerusakan fisik sekaligus trauma bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan kembali tidak cukup hanya mengembalikan rumah seperti semula.

Rumah yang dibangun kembali harus memperhatikan aspek ketahanan terhadap gempa.

Edukasi mengenai bangunan aman menjadi penting agar masyarakat tidak kembali menghadapi risiko yang sama ketika bencana terjadi.

Pada akhirnya, bantuan Rp15 juta hingga Rp30 juta bukan sekadar angka.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu warga memulai kembali kehidupan setelah bencana.

Dari rumah yang rusak, harapan harus kembali dibangun. Dari pengungsian, masyarakat Flores diharapkan dapat perlahan pulang ke hunian yang lebih aman dan lebih tangguh. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!
Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali
HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh
Sosok Irjen Adex Yudiswan, Polisi Humanis yang Kini Jadi Wakapolda Metro Jaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB