NTT, POSNEWS.CO.ID โ Duka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) belum berakhir.
Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB menunjukkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang.
Gempa yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB itu juga menyebabkan 907 orang mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah melonjak menjadi 92.735 orang.
Angka tersebut menunjukkan betapa berat dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Flores.
Terlebih, gempa susulan masih terus terjadi sehingga warga memilih bertahan di lokasi pengungsian demi keselamatan.
Korban Meninggal Bertambah Empat Orang
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 71 jiwa.
Tambahan korban tercatat di tiga kabupaten. Kabupaten Sikka menyumbang dua korban, Kabupaten Manggarai satu korban, dan Kabupaten Nagekeo satu korban.
โUntuk saat ini mencapai 75 jiwa,โ kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).
Kabar tersebut menambah panjang daftar keluarga yang harus kehilangan orang tercinta akibat bencana.
BNPB pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan seluruh masyarakat yang terdampak.
Korban Luka Menembus 907 Orang
Tidak hanya korban meninggal yang bertambah. BNPB juga memperbarui jumlah warga yang mengalami luka.
Dari sebelumnya 898 orang, jumlah korban luka kini menjadi 907 orang. Artinya, terdapat tambahan sembilan korban dalam pembaruan data terbaru.
Seluruh tambahan korban luka tersebut tercatat berasal dari Kabupaten Ngada.
Di tengah kondisi tersebut, layanan kesehatan di wilayah terdampak terus menjadi kebutuhan penting.
Sebelumnya, BNPB juga melaporkan gangguan terhadap fasilitas kesehatan akibat kerusakan infrastruktur.
Pengungsi Meledak Jadi 92.735 Orang
Situasi semakin berat karena jumlah pengungsi melonjak tajam.
BNPB mencatat 92.735 orang kini mengungsi, naik 33.088 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 orang.
Kenaikan terbesar terjadi di:
- Kabupaten Nagekeo: bertambah 21.883 pengungsi.
- Kabupaten Manggarai: bertambah 9.649 pengungsi.
- Kabupaten Manggarai Barat: bertambah 1.556 pengungsi.
Lonjakan tersebut terjadi ketika gempa susulan masih mengguncang wilayah Flores. Hingga pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 3.752 gempa susulan telah terjadi setelah gempa utama.
Ribuan Gempa Susulan Bikin Warga Cemas
Ancaman belum benar-benar berlalu. BMKG mencatat ribuan gempa susulan sejak gempa utama terjadi.
Hingga Kamis pagi, jumlahnya sudah mencapai 3.394 kejadian, termasuk sejumlah gempa dengan magnitudo di atas 5.
BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama beberapa pekan.
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan.
Warga juga disarankan menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan.
Ketika gempa kembali terasa, masyarakat perlu melindungi kepala, menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, kemudian menuju tempat aman setelah guncangan berhenti.
36.163 Rumah Rusak
Kerusakan material juga terus diperbarui. BNPB kini mencatat 36.163 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.
Jumlah tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan pendataan sebelumnya.
BNPB menjelaskan, kenaikan tidak semata-mata menunjukkan kerusakan baru, tetapi juga dipengaruhi proses pendataan lapangan yang semakin akurat.
Kerusakan rumah membuat ribuan keluarga belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka.
Kondisi ini sekaligus memperbesar kebutuhan terhadap tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Bantuan Harus Bergerak Cepat
Di tengah duka yang belum reda, bantuan kemanusiaan terus bergerak. Sejumlah organisasi telah menyalurkan makanan, air bersih dan kebutuhan dasar kepada penyintas di wilayah terdampak.
Salah satunya ASAR Humanity yang pada 19 Agustus menyalurkan dukungan dapur umum, air bersih dan selimut di Manggarai Timur serta Nagekeo.
Namun, besarnya jumlah pengungsi membuat distribusi bantuan harus dilakukan secara cepat, merata dan berkelanjutan.
Gempa ini bukan hanya meninggalkan bangunan yang runtuh. Bencana juga meninggalkan kehilangan, trauma dan ketidakpastian bagi puluhan ribu warga.
Karena itu, keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
Warga perlu mengikuti arahan petugas, tidak kembali ke rumah yang belum dinyatakan aman, serta selalu memantau informasi resmi BMKG dan BNPB.
Di tengah tragedi ini, satu hal tidak boleh hilang: kepedulian. Setiap bantuan, setiap tenaga yang dikerahkan, dan setiap doa menjadi harapan bagi warga NTT untuk bangkit dari bencana. **
Editor : Hadwan














