Gedung Kolonial Ambruk di Bumiayu, 3 Warga Tewas Tertimbun

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban dari reruntuhan Gedung Hogwan yang ambruk di Bumiayu, Brebes. (Posnews/Ist)

Petugas mengevakuasi korban dari reruntuhan Gedung Hogwan yang ambruk di Bumiayu, Brebes. (Posnews/Ist)

BREBES, POSNEWS.CO.ID – Pagi di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berubah menjadi petaka.

Gedung tua Hogwan tiba-tiba ambruk dan materialnya menghantam tiga rumah warga hingga menewaskan tiga orang.

Bangunan yang berada di Jalan Lapangan Asri, RW 03, Desa Dukuhturi, itu runtuh sekitar pukul 05.30 WIB, Minggu (30/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara dentuman keras membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Gedung Hogwan diketahui merupakan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda.

Dahulu, bangunan tersebut digunakan sebagai pabrik tepung tapioka. Setelah tidak lagi beroperasi, gedung kemudian dimanfaatkan sebagai tempat olahraga badminton.

Tiga Rumah Dihantam Material Bangunan

Saat gedung ambruk, material bangunan berjatuhan ke arah permukiman. Tiga rumah warga ikut tertimpa reruntuhan dan mengalami kerusakan parah.

Warga bersama petugas langsung melakukan pencarian di tengah tumpukan material bangunan. Kondisi medan yang dipenuhi puing dan beton membuat proses evakuasi berlangsung hati-hati.

Baca Juga :  Warga Pasuruan Tewas Usai Diamankan Polisi, Propam Periksa 2 Anggota Polsek Beji

Dua korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya merupakan anak-anak yang tinggal di rumah warga di sekitar gedung tersebut.

Korban Ketiga Ditemukan Setelah Berjam-jam

Upaya pencarian belum berhenti. Tim gabungan terus menyisir bagian-bagian reruntuhan yang diduga masih menimbun korban.

Hasilnya, sekitar pukul 13.45 WIB, petugas menemukan korban ketiga, seorang lansia berusia 85 tahun. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kepala Pos BPBD Bumiayu, Budi Sudjatmiko, membenarkan penemuan tersebut. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu.

Dengan penemuan korban ketiga, jumlah korban meninggal akibat ambruknya Gedung Hogwan menjadi tiga orang.

Alat Berat Dikerahkan

Evakuasi tidak bisa dilakukan hanya dengan tenaga manusia. Tim gabungan mengerahkan alat berat untuk memindahkan material bangunan yang berat dan membuka akses menuju titik pencarian.

Baca Juga :  Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret

Selain mempercepat proses evakuasi, langkah tersebut juga penting untuk mengurangi risiko bagi petugas.

Sebab, bangunan yang masih berdiri sebagian dapat menyimpan potensi runtuhan susulan.

Setelah korban ketiga ditemukan, petugas melanjutkan pembersihan puing dan memastikan area sekitar tetap aman.

Bangunan Tua Jadi Peringatan Keras

Tragedi Gedung Hogwan menjadi pengingat serius tentang pentingnya pemeriksaan dan pengamanan bangunan tua, terutama yang berada berdampingan dengan permukiman.

Bangunan berusia puluhan bahkan lebih dari satu abad dapat mengalami penurunan kekuatan struktur.

Karena itu, pemanfaatan gedung lama harus disertai pemeriksaan kelayakan secara berkala.

Apalagi, ketika bangunan berada di tengah permukiman padat, risiko tidak hanya mengancam pengguna gedung, tetapi juga warga yang tinggal di sekitarnya.

Hingga kini, penyebab pasti ambruknya Gedung Hogwan masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam. Bangunan bersejarah memang penting untuk dijaga, tetapi keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas utama. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film
481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini
Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi
Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom
Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib
Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan
Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan
Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Pelaku Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan

Berita Terbaru