POSNEWS.CO.ID, PATTAYA — Ribuan pelaut AS di atas kapal induk meninggalkan Thailand pada Minggu, menurut jurnalis AFP. Kunjungan pelabuhan pertama ini berakhir setelah laporan memburuknya kondisi hidup di kapal usai sembilan bulan bertugas di laut.
Kunjungan Istirahat di Pattaya
Awak berjumlah 5.000 orang dari USS Abraham Lincoln berlabuh di utara kota resor Pattaya, dekat Bangkok, pada Rabu. Mereka menghabiskan lima hari untuk istirahat dan rekreasi setelah penugasan panjang di Timur Tengah.
Kedatangan mereka memicu harapan bagi bisnis di Pattaya, kota yang dikenal dengan pantai dan kehidupan malamnya. Kunjungan ini berlangsung di tengah musim sepi pariwisata Thailand.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
USS Abraham Lincoln meninggalkan Pelabuhan Laem Chabang, sekitar setengah jam berkendara dari Pattaya, pada pukul 11.00. Otoritas setempat memperketat keamanan selama kunjungan, termasuk menindak pekerja seks menjelang kedatangan para pelaut.
Insiden Minor Selama Kunjungan
Polisi setempat melaporkan pada Minggu bahwa kunjungan pelabuhan ini berakhir tanpa insiden berarti. Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo, menegaskan tidak ada penangkapan atau pertengkaran, kecuali insiden hari pertama antarpelaut Amerika sendiri.
Angkatan Laut AS mengirim dua pelaut kembali ke kapal setelah pertengkaran akibat mabuk pada dini hari Kamis dekat Walking Street, kawasan hiburan malam Pattaya. Kepala polisi tersebut menyebut insiden kecil itu sepele, dengan warga setempat hanya menghubungi polisi untuk mencegah eskalasi.
Laporan Kondisi Buruk di Kapal
Bulan lalu, anggota parlemen Demokrat AS mendesak investigasi atas kondisi di USS Abraham Lincoln. Desakan ini muncul setelah laporan kekurangan makanan, saluran pipa rusak, dan krisis kesehatan mental di kapal tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya menepis kekhawatiran ini, meski kritik terhadap perangnya dengan Iran terus berlanjut. USS George Washington kemudian menggantikan Lincoln di Timur Tengah setelah laporan tersebut mencuat.
Laporan media menyebut para pelaut sempat kehabisan perlengkapan mandi dasar, termasuk pasta gigi, deodoran, dan sabun selama penugasan.
Dampak Ekonomi bagi Pattaya
Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, memperkirakan para pelaut menghabiskan hingga 100 juta baht, setara $3 juta, selama kunjungan mereka. Kota tersebut juga mendapat keuntungan dari penjualan perlengkapan lain seperti pasta gigi ke kapal senilai jutaan baht.
Banyak pelaut dan Marinir menghabiskan waktu di pesisir Thailand untuk berbelanja dan mengunjungi tempat wisata. Poramase menyebut hal ini menunjukkan mereka merindukan keluarga dan ingin membeli oleh-oleh untuk orang terkasih.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














