Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M5,9 mengguncang Kepulauan Seribu DKI Jakarta pada Sabtu 12 September 2026. (Posnews/BMKG)

Gempa M5,9 mengguncang Kepulauan Seribu DKI Jakarta pada Sabtu 12 September 2026. (Posnews/BMKG)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga di sejumlah wilayah Pulau Jawa hingga Sumatra dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.23.56 WIB.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dengan kedalaman mencapai 376 kilometer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,81 Lintang Selatan dan 106,56 Bujur Timur. Meski guncangannya dirasakan di sejumlah daerah, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, guncangan gempa terasa dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.

Perbedaan tersebut terlihat berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap.

Baca Juga :  KPK Seret Pejabat DPR RI & OJK di Skandal Korupsi Dana CSR Bank Indonesia

Guncangan IV MMI Terasa di Sejumlah Daerah

Menurut Wijayanto, guncangan terkuat berdasarkan estimasi BMKG mencapai IV MMI. Intensitas tersebut dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

“Guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus,” kata Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Sementara itu, guncangan dengan intensitas III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap.

Adapun wilayah yang merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI meliputi Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Selain itu, guncangan dengan intensitas II MMI tercatat dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.

Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

Kabar yang cukup melegakan, BMKG memastikan gempa M5,9 tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  KPK Telusuri Hubungan Silmy Karim dan Andrej Frey dalam Skandal Izin Tinggal WNA

Kedalaman pusat gempa yang mencapai 376 kilometer menjadi salah satu parameter penting dalam analisis BMKG terhadap dampak kejadian tersebut.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan keselamatan dan terus mengikuti informasi resmi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.

Jangan Panik, Tetap Waspada

Gempa bumi dapat terjadi tanpa bisa diprediksi secara pasti waktu dan lokasinya. Karena itu, masyarakat perlu memahami langkah keselamatan dasar ketika guncangan terjadi.

Jika berada di dalam bangunan saat gempa, masyarakat dapat berlindung di bawah meja atau benda kokoh sambil melindungi kepala.

Setelah guncangan berhenti, keluar secara tertib apabila bangunan dinilai tidak aman.

Masyarakat juga sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai kekuatan gempa, potensi tsunami, maupun gempa susulan sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terbaru