POSNEWS.CO.ID, KATHMANDU — Bencana banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok di Pegunungan Himalaya. Peristiwa ini terjadi akibat runtuhnya gletser pada akhir Agustus lalu.
Kerusakan Parah dan Jumlah Korban Hilang
Lumpur serta batuan menghancurkan pos pemeriksaan imigrasi Gyirong Port. Tim SAR mencatat setidaknya 1.386 orang tewas di wilayah Nepal.
Selain itu, sebanyak 5.130 orang masih terdaftar sebagai korban hilang di Nepal. Sementara di sisi Tiongkok, setidaknya 43 orang tewas dan 519 orang hilang. Sebanyak 2,2 juta ton puing menimbun area permukiman serta infrastruktur penting. Oleh karena itu, proses pencarian menghadapi kendala medan yang sangat berat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Terakhir dan Penantian Keluarga Pilgrimage
Salah satu korban hilang adalah Arushi Gupta, konsultan berusia 33 tahun asal India. Arushi hendak melakukan ziarah menuju Gunung Kailash di Tibet.
Ia mengirimkan foto pos perbatasan Gyirong kepada ayahnya sebelum bencana terjadi. Sejak saat itu, panggilan dan pesan dari keluarganya tidak pernah mendapatkan tanggapan. Kendati demikian, pihak keluarga meyakini Arushi masih berlindung di tempat yang aman.
Pencarian Korban Asing dan Harapan Keajaiban
Kisah serupa dialami oleh Elena Horlova, warga Ukraina berusia 42 tahun. Elena hilang bersama 46 warga Ukraina lain dalam rombongan spiritual.
Putri Elena, Vladyslava Horlova, menyerahkan sampel DNA ke pihak kepolisian Norway. Pihak keluarga dari berbagai negara terus berkoordinasi dengan kedutaan Nepal, Tiongkok, dan India. Sementara itu, otoritas berjanji akan menyampaikan informasi terbaru secara berkala. Dengan demikian, keluarga korban tetap menggantungkan harapan pada munculnya keajaiban.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













