POSNEWS.CO.ID, BEIRUT — Serangan militer Israel kembali menghantam wilayah Lebanon Selatan. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk enam anak-anak dan tiga perempuan, pada Senin.
Serangan Bangunan Pemukiman dan Korban Anak-Anak
Militer Israel melancarkan serangan terhadap bangunan tempat tinggal di kota Kfar Rumman. Ledakan terjadi saat anak-anak sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Tim penyelamat mengerahkan alat berat untuk mengevakuasi para korban dari timbunan puing-puing bangunan. Seorang bocah berusia delapan tahun, Mustafa Farhat, kehilangan ibu dan kedua kakek-neneknya dalam insiden tersebut. Kerabat korban menegaskan bangunan yang dihantam merupakan rumah tinggal warga sipil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, serangan drone Israel secara terpisah menghantam kendaraan sipil di kota yang sama. Insiden tersebut menewaskan seorang petugas medis serta melukai dua tenaga medis lainnya. Pihak militer Israel melancarkan serangan udara ini tanpa mengeluarkan peringatan evakuasi sebelumnya.
Penjelasan Militer Israel dan Eskalasi Perbatasan
Pihak militer Israel mengonfirmasi telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisasi dampak terhadap warga sipil. Namun, otoritas militer berjanji akan meninjau kembali laporan timbulnya korban dari kalangan non-kombatan.
Israel mengklaim Hizbullah meluncurkan dua drone peledak ke arah posisi pasukan Israel di area Ali al-Taher. Kawasan bukit strategis tersebut disinyalir menjadi lokasi markas bawah tanah milik kelompok Hizbullah.
Oleh karena itu, pasukan Israel meningkatkan intensitas serangan udara di wilayah utara dan barat bukit Ali al-Taher. Pejabat keamanan Lebanon memprediksi eskalasi pertempuran di kawasan selatan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Dampak Bencana Kemanusiaan dan Angka Korban Jiwa
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat serangan Israel telah merusak fasilitas kesehatan penting. Serangan udara sebelumnya menghancurkan Rumah Sakit Ghandour di kota Nabatieh al-Fawqa.
Total korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah melampaui 4.300 orang sejak awal Maret lalu. Angka tersebut mencakup lebih dari 250 anak-anak, 400 perempuan, dan 130 tenaga medis.
Meski kesepakatan gencatan senjata sempat berlaku pada Juni, ketegangan militer terus meluas di kawasan perbatasan. Pasukan Israel tetap melakukan perusakan desa-desa di zona keamanan yang disepakati. Dengan demikian, kekhawatiran akan pecahnya perang skala besar di Lebanon semakin nyata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













