Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah sopir Aris Sanda ditemukan bersama mobil terbakar di kawasan Danau Habema Jayawijaya. (Posnews/Ist)

Jenazah sopir Aris Sanda ditemukan bersama mobil terbakar di kawasan Danau Habema Jayawijaya. (Posnews/Ist)

WAMENA, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan Aris Sanda alias Bapak Tasya berakhir tragis.

Sopir angkutan lajuran asal Toraja itu ditemukan meninggal dunia bersama kendaraan yang dikemudikannya dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Temuan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah Aris sebelumnya dilaporkan ditahan kelompok bersenjata saat membawa penumpang dan logistik dari Wamena menuju Mbua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan tim melakukan pencarian dan penyisiran setelah menerima laporan mengenai keberadaan Aris.

β€œTim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” kata Wirya dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Aris Dipisahkan dari Rombongan

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy.

Saat itu, Aris membawa rombongan dari Wamena menuju Mbua. Kendaraan yang dikemudikannya kemudian dihentikan sekelompok orang bersenjata.

Kelompok tersebut memeriksa pengemudi dan para penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena.

Sementara itu, Aris dibawa menuju kawasan Danau Habema.

Baca Juga :  Warga Sipil Tewas Diserang di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Polisi Buru Pelaku

Koops TNI Habema kemudian mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Tim akhirnya menemukan kendaraan Aris dalam kondisi terbakar bersama jenazah korban.

Sempat Muncul Video Mencekam

Sebelum jenazah ditemukan, video yang memperlihatkan Aris bersama sejumlah orang bersenjata beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Aris disebut dipaksa memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan mengenai Papua merdeka.

Sejumlah media melaporkan video itu sebagai bagian dari peristiwa penyanderaan yang dialami korban.

Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh pernyataan korban disampaikan secara sukarela.

Rekaman justru memperlihatkan Aris berada di bawah pengawasan orang-orang yang membawa senjata.

Karena itu, aparat masih perlu mengungkap secara utuh apa yang terjadi setelah video tersebut dibuat hingga korban ditemukan meninggal.

TNI Kejar Kelompok Bersenjata

Koops TNI Habema menyebut kelompok bersenjata yang diduga terlibat masih dalam pengejaran. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan untuk mengurai kronologi kejadian.

TNI menyayangkan kematian Aris karena korban sedang bekerja membawa logistik sekaligus melayani kebutuhan transportasi masyarakat menuju wilayah pedalaman.

β€œKami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman,” ujar Wirya.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan personel dan situasi di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Minggu 21 Juni 2026: Hampir Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan

Polisi Sebelumnya Belum Menemukan Korban

Perkembangan penemuan jenazah ini muncul setelah pada Rabu pagi kepolisian masih menyatakan belum menemukan keberadaan Aris.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo sebelumnya mengatakan personel yang merespons lokasi belum menemukan korban sehingga kondisi Aris belum dapat dipastikan saat itu.

Beberapa jam kemudian, Koops TNI Habema mengumumkan hasil pencarian: Aris ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bersama kendaraan yang terbakar.

Perubahan informasi tersebut memperjelas bahwa proses pencarian berlangsung secara bertahap di wilayah yang memiliki tantangan keamanan tinggi.

Korban Bekerja Melayani Warga Pedalaman

Bagi masyarakat yang menggunakan jalur Wamena-Mbua, Aris bukan sekadar pengemudi.

Ia dikenal menjalankan pekerjaan yang menghubungkan warga dengan kebutuhan transportasi dan distribusi logistik menuju wilayah pedalaman.

Kini, pekerjaan tersebut terhenti secara tragis.

Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aris dan memastikan pendalaman kasus terus dilakukan.

Aparat juga menyatakan akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat serta mendukung proses penegakan hukum.

Sementara itu, identitas kelompok yang bertanggung jawab dan rangkaian kekerasan yang menyebabkan Aris meninggal masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Karena itu, informasi mengenai pelaku dan motif tetap harus menunggu hasil pendalaman aparat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas
Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib
Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika
20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 08:29 WIB

Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WIB

Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib

Selasa, 15 September 2026 - 12:37 WIB

Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB