Pakai Kurikulum IB, SMA KTB Siapkan Jalur Siswa WNA Mulai Angkatan III

Kamis, 17 September 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SMA Kemala Taruna Bhayangkara bersiap mengembangkan ekosistem pendidikan internasional dan membuka peluang penerimaan siswa WNA. (Posnews/Ist)

SMA Kemala Taruna Bhayangkara bersiap mengembangkan ekosistem pendidikan internasional dan membuka peluang penerimaan siswa WNA. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) mulai membuka jalan menuju ekosistem pendidikan yang lebih internasional.

Sekolah berasrama yang dikembangkan Polri itu berpeluang menerima siswa warga negara asing (WNA) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan III untuk tahun ajaran 2027/2028.

Wacana tersebut muncul seiring penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) serta pengembangan fasilitas pendidikan bertaraf internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, rencana penerimaan siswa WNA tersebut belum menjadi keputusan final. Sekolah masih harus menuntaskan aspek kelembagaan, regulasi, administrasi, mekanisme seleksi hingga kesiapan operasional.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dirgayuza Setiawan, menyampaikan rencana tersebut saat audiensi dengan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

“SMA KTB adalah SMA dengan kurikulum internasional IB, dengan fasilitas yang setara bahkan memiliki keunggulan dibandingkan sekolah-sekolah internasional di Indonesia,” kata Dirgayuza dalam keterangan yang diterima.

Menurut dia, penggunaan kurikulum IB memberikan ruang bagi SMA KTB untuk membangun lingkungan belajar yang lebih beragam.

Keberadaan siswa dari negara lain nantinya diharapkan tidak sekadar menambah jumlah peserta didik. Interaksi tersebut dapat memperkenalkan pengalaman lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global siswa Indonesia.

Putra-Putri Diplomat Kepolisian Jadi Sasaran Awal

Dalam pembahasan tersebut, muncul wacana membuka jalur khusus bagi anak-anak diplomat kepolisian atau atase kepolisian dari negara lain yang sedang menjalankan tugas di Indonesia.

“Karena itu, diwacanakan tahun ini dibuka jalur khusus bagi WNA, khususnya putra-putri diplomat kepolisian atau atase kepolisian yang sedang bertugas di Indonesia,” ujar Dirgayuza.

Jika terealisasi, langkah tersebut dapat menjadi tahap awal untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih internasional.

Meski demikian, calon siswa WNA nantinya tetap harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan sekolah dan regulasi yang berlaku.

Persyaratan, kuota, biaya pendidikan, mekanisme seleksi serta jenjang yang dapat diikuti masih harus ditetapkan melalui keputusan kelembagaan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan proses internasionalisasi SMA KTB akan berjalan secara bertahap.

“Ada peluang membuka penerimaan bagi siswa mancanegara pada Angkatan III. Untuk itu, regulasi, mekanisme seleksi, dan kesiapan operasional segera diupayakan sesuai keputusan bersama. Internasionalisasi KTB harus dibangun dengan fondasi kelembagaan yang kuat,” kata Isir.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Hari Ini 8 Agustus 2025: BMKG Prakirakan Hujan Guyur Wilayah Jakarta pada Malam Hari

Dengan demikian, peluang menerima siswa WNA tidak berarti proses pendaftaran sudah dibuka untuk warga negara asing.

Tetap Berakar pada Nilai Kebangsaan

Internasionalisasi juga tidak berarti SMA KTB akan meninggalkan karakter pendidikan Indonesia. Isir menegaskan nilai kebangsaan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan di sekolah tersebut.

“Menerima siswa siswi WNA bukan berarti meninggalkan jati diri. Karakter, nilai kebangsaan, Pancasila, dan semangat pengabdian kepada Indonesia tetap harus menjadi fondasi pendidikan di SMA KTB,” ujarnya.

Konsep tersebut membuat SMA KTB diarahkan untuk memadukan kompetensi global dengan pembentukan karakter.

Siswa tidak hanya dituntut menguasai pelajaran akademik. Mereka juga mendapat pembinaan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), coding, literasi digital, bahasa asing dan wawasan global.

Sudah Kantongi Sertifikat IBDP

Pengembangan menuju sekolah berstandar internasional mendapat momentum penting pada 11 Juni 2026.

Pada tanggal tersebut, SMA KTB menerima sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) dari International Baccalaureate Organization. Sertifikat itu diterima Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri.

IB merupakan kerangka pendidikan internasional yang menekankan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran berbasis konsep, riset, komunikasi serta perspektif global.

Namun, struktur akademik SMA KTB tetap memadukan pendidikan internasional dengan kurikulum nasional.

Informasi akademik sekolah menyebut kelas 10 menggunakan Kurikulum Nasional sebagai tahun persiapan, sedangkan kelas 11 dan 12 diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.

Dengan pola tersebut, siswa diharapkan tidak hanya siap melanjutkan pendidikan tinggi di dalam negeri, tetapi juga memiliki bekal untuk mendaftar ke universitas di berbagai negara.

296 Siswa Sudah Menjalani Pendidikan

Saat ini, SMA KTB telah memiliki 296 siswa dari Angkatan I dan II yang menjalani pendidikan berasrama.

Data Polri pada Juli 2026 mencatat total 297 siswa terpilih yang masuk ke kampus SMA KTB, terdiri dari 117 siswa angkatan pertama dan 180 siswa angkatan kedua.

Sekolah tersebut berada di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebagai sekolah berasrama, kehidupan peserta didik tidak berhenti di ruang kelas.

Siswa menjalani rutinitas pendidikan dan pembinaan dalam lingkungan yang dirancang untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab serta kemampuan bekerja sama.

Konsep tersebut menjadi penting karena pendidikan abad ke-21 tidak hanya membutuhkan kemampuan menghafal materi.

Peserta didik juga perlu mampu memecahkan persoalan, berkomunikasi, bekerja dalam tim dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Fasilitas Lengkap untuk Pendidikan Abad ke-21

SMA KTB juga dikembangkan dengan fasilitas yang mendukung kegiatan akademik maupun nonakademik.

Kampus tersebut memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, gedung teater, gymnasium, kolam renang, lapangan sepak bola, dining hall, serta asrama putra dan putri.

Baca Juga :  Prabowo: Dunia Sedang Berbahaya, Indonesia Harus Perkuat Persatuan dan Jaga Perdamaian

Polri juga menyebut fasilitas sekolah dirancang dengan standar internasional.

Sementara itu, laman resmi SMA KTB menyebut seluruh siswa pada program beasiswa 2026/2027 memperoleh pembiayaan pendidikan penuh selama tiga tahun dari Polri.

Fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan olahraga, seni, kepemimpinan dan karakter.

Blueprint KTB Disiapkan hingga Jangka Panjang

Wakapolri Dedi Prasetyo juga mendorong penyusunan Blueprint, Handbook dan Grand Strategy SMA KTB.

Dokumen tersebut akan menjadi pedoman pengembangan sekolah dalam jangka panjang. Cakupannya antara lain tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembinaan peserta didik hingga strategi internasionalisasi.

Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB). Pengurus harian lembaga tersebut telah dikukuhkan pada 21 Juli 2026.

Polri menargetkan pengelolaan operasional SMA KTB secara bertahap berjalan melalui LP-KTB mulai 2027.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola sekolah yang lebih kuat sebelum ekspansi pendidikan internasional dilakukan.

SPMB Angkatan III Disiapkan

Di sisi lain, persiapan SPMB Angkatan III SMA KTB terus berjalan.

Polri menyebut pendaftaran SPMB Angkatan III direncanakan dibuka pada 28 September 2026. Angkatan tersebut sekaligus menjadi salah satu momentum pengembangan SMA KTB, termasuk peluang membuka penerimaan bagi siswa WNA.

Namun, masyarakat perlu mencermati bahwa peluang penerimaan WNA masih bergantung pada keputusan kelembagaan dan pemenuhan ketentuan regulasi.

Artinya, sebelum penerimaan resmi dibuka, sekolah masih perlu menetapkan secara jelas persyaratan calon siswa, kuota, jenjang pendidikan, biaya, mekanisme seleksi dan ketentuan administratif lainnya.

Membuka Jendela Dunia Tanpa Kehilangan Identitas

Jika rencana tersebut terealisasi, kehadiran siswa WNA akan membawa dimensi baru bagi kehidupan sekolah.

Siswa Indonesia dapat berinteraksi langsung dengan teman dari latar belakang negara dan budaya berbeda.

Dari ruang kelas hingga kehidupan asrama, interaksi tersebut berpotensi menjadi pengalaman belajar yang tidak diperoleh hanya melalui buku pelajaran.

Di sisi lain, sekolah tetap memiliki tanggung jawab menjaga identitas pendidikan yang menjadi fondasinya.

Karena itu, internasionalisasi SMA KTB diarahkan bukan sekadar mendatangkan siswa dari luar negeri.

Lebih jauh, sekolah ingin membangun lingkungan pendidikan yang mampu mempertemukan kompetensi global, teknologi, kepemimpinan, karakter, Pancasila dan nilai kebhayangkaraan.

Dengan fondasi tersebut, SMA KTB kini memasuki fase baru. Dari sekolah berasrama yang membina generasi muda Indonesia, KTB mulai menyiapkan diri menjadi ruang pendidikan yang mempertemukan siswa Indonesia dan dunia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Makin Mengancam, Prabowo Siapkan Armada Water Bombing
4 Tersangka Penganiayaan Serda Ahmad Terancam Dipecat, Ini Kronologinya
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Korban Masih Dicari
Mendagri Tito Minta ASN di Papua Mendapat Pengamanan Lebih Ketat
OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka
129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV
KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat
Kasus Iklan BJB: KPK Cek Transaksi Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 06:15 WIB

Pakai Kurikulum IB, SMA KTB Siapkan Jalur Siswa WNA Mulai Angkatan III

Kamis, 17 September 2026 - 06:04 WIB

Karhutla Makin Mengancam, Prabowo Siapkan Armada Water Bombing

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

4 Tersangka Penganiayaan Serda Ahmad Terancam Dipecat, Ini Kronologinya

Rabu, 16 September 2026 - 06:17 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Korban Masih Dicari

Rabu, 16 September 2026 - 06:09 WIB

Mendagri Tito Minta ASN di Papua Mendapat Pengamanan Lebih Ketat

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney pangkas pajak investasi jadi 6,4% dan dorong konsesi bandara demi perkuat ekonomi dari perang dagang AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 07:03 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi MBS temui Presiden Mesir el-Sissi di Kairo untuk galang dukungan hadapi serangan Houthi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Kamis, 17 Sep 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi, Langit mendung menyelimuti kawasan Jakarta menjelang hujan ringan sesuai prakiraan BMKG untuk wilayah Jabodetabek pada Sabtu, 27 Juni 2026.
(Posnews/(iSock)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Kamis, Hujan Ringan Mengintai Bekasi dan Bogor

Kamis, 17 Sep 2026 - 05:46 WIB