POSNEWS.CO.ID, PYONGYANG — Adik pemimpin Korea Utara Kim Yo Jong mengecam keras latihan militer gabungan pimpinan Amerika Serikat. Kim menilai latihan perang tersebut menjadi pemicu utama memburuknya ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.
Kecaman Latihan Pacific Vanguard 2026 dan Mobilisasi Militer
Kim Yo Jong menyampaikan pernyataan tegas tersebut melalui media pemerintah KCNA pada Jumat. Ia menyoroti pelaksanaan latihan tempur laut bertajuk Pacific Vanguard 2026 di wilayah Guam.
Amerika Serikat memimpin latihan tersebut bersama sekutu strategis seperti Korea Selatan dan Jepang. Selain itu, angkatan laut Australia, Kanada, dan Selandia Baru turut terlibat dalam latihan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kim menyebut latihan tersebut sebagai upaya Washington memperluas dominasi militer di Asia-Pasifik. Oleh karena itu, Korea Utara bersiap mengambil langkah balasan yang lebih ofensif. Ia menegaskan militer Korut siap mengerahkan seluruh kemampuan demi menjaga kepentingan nasional.
Penolakan Denuklirisasi IAEA dan Status Senjata Nuklir
Pernyataan ini menjadi teguran kedua Kim Yo Jong dalam dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya, ia menolak keras seruan denuklirisasi pada konferensi IAEA.
Kim menegaskan posisi Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir tidak dapat diganggu gugat. Sementara itu, Pyongyang bertekad memperkuat armada persenjataan nuklirnya secara berkelanjutan. Langkah penguatan senjata ini bertujuan membalas gertakan militer dari pihak lawan.
Rekam Latihan Pacific Vanguard dan Respons Sekutu
Angkatan Laut Jepang mengonfirmasi pelaksanaan latihan Pasifik tersebut telah selesai pekan lalu. Latihan multinasional tersebut berlangsung sejak 29 Agustus hingga 10 September di perairan Guam.
Namun, retorika keras Korea Utara menandakan eskalasi konflik perbatasan masih terus mengancam. Dengan demikian, persaingan kekuatan militer di kawasan Asia-Pasifik diprediksi akan semakin memanas.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













