POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Donald Trump mengumumkan investasi senilai 3,7 miliar dolar AS dari perusahaan teknologi militer Anduril.
Pasalnya, Anduril membangun fasilitas komponen kapal selam bertenaga nuklir di galangan kapal Sparrows Point, Maryland.
Selain itu, Donald Trump memamerkan investasi manufaktur ini menjelang pelaksanaan pemilu sela pada 3 November.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, lonjakan harga bahan bakar akibat perang Iran serta inflasi tinggi sempat menekan popularitas ekonomi presiden.
Bahkan, Donald Trump memuji para pekerja Baltimore sebagai pilar utama kekuatan industri manufaktur Amerika Serikat.
Sebelumnya, lokasi Sparrows Point pernah menampung pabrik baja Bethlehem Steel yang berhenti beroperasi pada 2012.
Respons Gubernur Wes Moore dan Dampak Ekonomi bagi Maryland
Sementara itu, Gubernur Maryland Wes Moore menyambut baik potensi pembukaan lapangan kerja dari proyek raksasa tersebut.
Pasalnya, Wes Moore menilai fasilitas baru ini menciptakan jumlah lapangan kerja terbanyak dalam sejarah Maryland.
Bahkan, pabrik Anduril langsung menyerap 3.100 tenaga kerja serta mendukung ribuan pekerjaan tidak langsung lainnya.
Namun, juru bicara Gubernur Wes Moore menyayangkan pembatasan peran sang gubernur sebagai tamu dalam acara tersebut.
Meskipun demikian, Wes Moore tetap mendukung penuh investasi industri militer ini demi kemajuan masyarakat Maryland.
Selain itu, panitia mengundang sejumlah atlet Baltimore Ravens seperti Marlon Humphrey untuk memeriahkan acara pengumuman tersebut.
Komitmen Pemerintah dan Modernisasi Kapal Selam Nuklir
Selanjutnya, Presiden Strategi Anduril Chris Brose memaparkan alokasi dana investasi untuk pengembangan teknologi pabrik modern.
Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat berkomitmen mengucurkan dana 2,9 miliar dolar AS melalui pembelian produk hasil galangan.
Bahkan, kesepakatan ini memberikan pembayar pajak Amerika Serikat porsi kepemilikan sebesar 40 persen pada galangan kapal.
Dengan demikian, Amerika Serikat mempercepat produksi komponen guna memperkuat armada kapal selam bertenaga nuklir.
Di samping itu, Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini mengoperasikan 26 unit kapal selam kelas Virginia.
Oleh sebab itu, militer Amerika Serikat berencana menambah dua unit kapal selam baru pada musim semi mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













