Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Kelompok Houthi dari Yaman meningkatkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi pada Kamis.

Pasukan Houthi menargetkan Bandara Internasional Riyadh serta beberapa fasilitas energi utama milik kerajaan.

Serpihan rudal mengenai satu pesawat komersial milik maskapai Saudia Airlines hingga mengalami kebakaran hebat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran tersebut merusak bodi pesawat secara parah saat parkir pada terminal bandara.

Pihak berwenang tidak menemukan penumpang di dalam pesawat saat insiden ledakan terjadi.

Meskipun demikian, serangan pekan ini memakan korban jiwa sebanyak tiga orang warga.

Baca Juga :  Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Pembatalan Penerbangan dan Reaksi Internasional

Akibat serangan tersebut, maskapai Lufthansa dan Air India menghentikan penerbangan menuju kota Riyadh.

Selain itu, pengelola bandara membatalkan hampir separuh jadwal penerbangan harian pada Kamis.

Pihak otoritas meminta para calon penumpang memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

Di samping itu, puing rudal menghantam kompleks medis serta fasilitas taman kanak-kanak.

Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat pertahanan udara demi menghalau serangan rudal lanjutan.

Baca Juga :  Kepingan Logam di Gunung Takachiho yang Menyatukan Keluarga Korban PD II

Eskalasi Perang Sipil Yaman dan Dukungan Regional

Kelompok Houthi meluncurkan serangan sebagai balasan atas dukungan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman.

Perang sipil Yaman kembali berkobar seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Konflik ini memaksa lebih dari 200 ribu warga mengungsi dari rumah mereka.

Oleh karena itu, Arab Saudi meminta bantuan militer dari negara sekutu seperti Turki.

Pemerintah Turki mengirimkan bantuan teknis serta sistem persenjataan demi membantu Arab Saudi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk
Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik
Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan
Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Berita Terbaru

Donald Trump Jutaan warga Amerika Serikat menghadapi ancaman kehilangan akses obat murah dari Kanada akibat aturan baru bea cukai AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat

Jumat, 9 Okt 2026 - 13:53 WIB