Dari Tebuireng, Kapolri Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah dan menaburkan bunga di makam Gus Dur di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto berziarah dan menaburkan bunga di makam Gus Dur di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang. (Posnews/Ist)

JOMBANG, POSNEWS.CO.ID – Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyempatkan diri bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Ia juga berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sabtu (17/10/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan Polri dengan kalangan ulama dan pesantren, sekaligus meneguhkan pentingnya persatuan, kerukunan, serta toleransi dalam kehidupan berbangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolri bersama rombongan tiba di Ponpes Tebuireng sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Informasi tersebut dikonfirmasi dalam pemberitaan Polda Jawa Timur dan detikJatim pada Sabtu (17/10/2026).

Salat Zuhur, lalu berdoa di makam Gus Dur

Setibanya di lingkungan pesantren, Suyudi terlebih dahulu menunaikan salat Zuhur di masjid pondok. Setelah itu, ia bersama rombongan menuju kompleks pemakaman untuk berziarah ke makam Gus Dur.

Baca Juga :  Pasar Murah Polri di Semarang, Warga Nikmati Harga Telur Rp23 Ribu/Kg

Di pusara tokoh bangsa tersebut, rombongan memanjatkan doa dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Momen itu sekaligus menjadi pengingat terhadap warisan pemikiran Gus Dur yang dikenal luas dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan keberagaman.

Gus Dur bukan hanya pernah memimpin Indonesia sebagai presiden keempat.

Pemikirannya mengenai kehidupan bersama di tengah perbedaan juga menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perjalanan demokrasi dan hubungan antarkelompok di Indonesia.

Bagi masyarakat yang menjunjung kerukunan, pesan tersebut tetap relevan: perbedaan tidak harus menjadi sumber pertentangan, tetapi dapat menjadi dasar untuk membangun kehidupan bersama yang saling menghormati.

Polri dan pesantren perkuat sinergi

Silaturahmi ke Tebuireng menjadi bagian dari upaya Polri membangun komunikasi dengan ulama, tokoh agama, dan lingkungan pesantren.

Kapolri menempatkan hubungan dengan para pemuka agama sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga persatuan dan menciptakan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat, termasuk dalam menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan bersama.

Baca Juga :  Aktivis Lokataru Divonis Bebas, Delpedro Marhein Desak Pemerintah Pulihkan Nama Baik

Sinergi ulama dan umara—pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan—memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan.

Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai pihak dapat membangun kepercayaan dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Namun, hubungan yang kuat tidak cukup dibangun melalui pertemuan seremonial. Konsistensi pelayanan, sikap adil, dan penghormatan terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Merawat toleransi dimulai dari kehidupan sehari-hari

Kunjungan ke makam Gus Dur juga mengingatkan bahwa persatuan bangsa tumbuh dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari: menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan perselisihan tanpa kekerasan.

Dalam masyarakat yang beragam, pesan tersebut penting bagi semua pihak, termasuk aparat, pemuka agama, dan warga.

Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada kesediaan masyarakat menjaga dialog dan saling menghargai.

Polri memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa demi menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.

Pada akhirnya, persatuan bukan hanya slogan. Perbedaan harus menjadi kekuatan bangsa, bukan pemicu perpecahan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kakorlantas Aries Syahbudin: Masyarakat Harus Merasakan Manfaat Kehadiran Polisi
Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026
KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur
Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita
MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur
Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa
OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Dari Tebuireng, Kapolri Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Kakorlantas Aries Syahbudin: Masyarakat Harus Merasakan Manfaat Kehadiran Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Antrean BBM Bali, Pertalite Berlaku Ganjil-Genap hingga 19 Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:05 WIB

KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita

Berita Terbaru

Puluhan pemukim Israel menyerang warga Palestina dan menganiaya jurnalis Washington Post Heidi Levine saat panen zaitun di Abu Falah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Menyerang Warga Palestina Dan Jurnalis Washington Post

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:31 WIB

Donald Trump menunda pelaksanaan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia dengan alasan kepentingan nasional Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Menunda Paket Sanksi Berat Terhadap Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:28 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Volodymyr Zelenskyy Mengecam Kesepakatan Diesel AS-Rusia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:26 WIB