POSNEWS.CO.ID, ST. PETERSBURG – Pemerintah Rusia resmi membebaskan pensiunan guru asal Amerika Serikat Stephen Hubbard dari tahanan penjara pada Rabu.
Aparat Rusia membawa pria berusia 74 tahun itu menuju St. Petersburg sebelum menerbangkannya kembali ke kampung halaman.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keputusan pembebasan tersebut saat bertemu langsung dengan utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Witkoff memuji keputusan Putin dan menyebut langkah diplomatik tersebut sebagai bagian dari dialog perdamaian konflik Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Putin menyetujui pembebasan Hubbard atas permintaan pribadi Presiden AS Donald Trump.
Faktor kondisi kesehatan Hubbard yang memburuk turut menjadi pertimbangan utama pihak Rusia dalam mengambil keputusan pembebasan tersebut.
Persiapan Pembahasan Tripartit AS Rusia Dan Ukraina Pada November Mendatang
Usai pertemuan di St. Petersburg, Witkoff melanjutkan perjalanan ke Oslo untuk bertemu para pemimpin Eropa serta pejabat Ukraina.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere mengonfirmasi rencana penyelenggaraan pertemuan tripartit tingkat tinggi pada pertengahan November mendatang.
Pertemuan penting tersebut bakal melibatkan utusan resmi Washington, Moskow, serta Kyiv untuk membahas struktur keamanan pascakonflik.
Trump menegaskan melalui media sosial bahwa pemerintah AS berhasil membebaskan Hubbard tanpa memberikan imbalan pertukaran tahanan.
Tim pengacara Hubbard menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pejabat diplomatik yang mengawal proses negosiasi hingga selesai.
Anak kandung Hubbard, Joseph Coleman, mengaku sangat bahagia bisa mendengar kembali suara sang ayah saat hendak naik pesawat.
Catatan Kasus Penahanan Dan Tuduhan Tentara Bayaran Di Ukrania
Aparat militer Rusia menangkap Stephen Hubbard pada April 2022 di kota Izyum, bagian timur wilayah Ukraina.
Pengadilan Rusia mengganjar Hubbard dengan hukuman enam tahun sepuluh bulan penjara atas tuduhan aktivitas tentara bayaran.
Jaksa Penuntut Rusia mengklaim bahwa Hubbard bergabung dengan unit pertahanan teritorial Ukraina serta menerima imbalan uang bulanan.
Namun demikian, pihak keluarga dan pengacara membantah keras tuduhan keterlibatan pria lansia tersebut dalam operasi militer.
Hubbard menjadi warga negara Amerika Serikat terakhir dengan status tahanan tidak sah yang berada di dalam penjara Rusia.













