Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas di Parit Sawit, Mobilnya Diduga Hendak Dijual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Asahan mengungkap kasus kematian sopir taksi online Muhammad Imran dan menangkap dua terduga pelaku. (Posnews//Polres Asahan)

Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Asahan mengungkap kasus kematian sopir taksi online Muhammad Imran dan menangkap dua terduga pelaku. (Posnews//Polres Asahan)

ASAHAN, POSNEWS.CO.ID – Nasib tragis menimpa Muhammad Imran (33), sopir taksi online yang ditemukan tewas di parit perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Polisi mengungkap dugaan pembunuhan ini bermula dari aksi perampasan di Kabupaten Deli Serdang.

Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Asahan menangkap dua terduga pelaku berinisial MAH dan FSO.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya diamankan di Jalan Jamin Ginting, kawasan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Cornelius Mangarahon Simanjuntak mengatakan, penyidik mengungkap kasus ini melalui pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi, serta analisis rekaman CCTV dan informasi teknologi.

Jasad Ditemukan di Parit Perkebunan Sawit

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad Imran di parit perkebunan sawit di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca Juga :  Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV

Saat ditemukan, tubuh korban mengalami sejumlah luka tusuk dan sayatan. Keluarga sebelumnya kehilangan kontak dengan Imran selama sekitar dua hari.

Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan aksi pencurian dengan kekerasan di Jalan Kates, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” demikian keterangan kepolisian.

Mobil Korban Ditemukan Hendak Dijual

Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan mobil milik Imran di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.

Kendaraan itu diduga hendak dijual kepada calon pembeli dan ditemukan tanpa pelat nomor.

Sementara itu, ponsel korban diduga telah dijual. Polisi masih menelusuri keberadaan perangkat tersebut dan meminta keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap alur penjualannya.

Baca Juga :  Pemerintahan Lumpuh, Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, termasuk pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, dan sarung tangan.

Tim gabungan turut menyisir jalur yang diduga dilalui para terduga pelaku untuk mencari barang bukti lain.

Dua Terduga Pelaku Dilaporkan Melawan

Dalam pengembangan untuk memastikan lokasi kejadian, kedua terduga pelaku dilaporkan melawan dan berusaha melarikan diri dengan menyerang petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur.

Keduanya mengalami luka tembak dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, peran masing-masing terduga pelaku, serta keberadaan barang milik korban yang belum ditemukan.

Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan tindak kejahatan atau aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center Polri 110. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dini Hari di Sukabumi, Sopir Ojol Ditemukan Bersimbah Darah Dekat Stasiun
Selamatkan Diri dari Kejaran Tetangga, Penghulu di Probolinggo Alami 4 Luka Bacok
Gegara Utang Rp45 Ribu, Andika Tewas Usai Ditagih 3 Orang – 2 Pelaku Buron
Sengketa Tanah Warisan Berujung Maut di Pelalawan, Polisi Ciduk Adik Korban
Berawal dari Kecurigaan Ibu, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Terungkap di Sumenep
Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP
Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Dini Hari di Sukabumi, Sopir Ojol Ditemukan Bersimbah Darah Dekat Stasiun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas di Parit Sawit, Mobilnya Diduga Hendak Dijual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Selamatkan Diri dari Kejaran Tetangga, Penghulu di Probolinggo Alami 4 Luka Bacok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Gegara Utang Rp45 Ribu, Andika Tewas Usai Ditagih 3 Orang – 2 Pelaku Buron

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:21 WIB

Sengketa Tanah Warisan Berujung Maut di Pelalawan, Polisi Ciduk Adik Korban

Berita Terbaru

Penutupan BioWare menandai akhir dari 31 tahun perjalanan studio pengembang Baldur's Gate, KOTOR, dan Mass Effect. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Warisan 31 Tahun BioWare: Studio Legendaris Penentu Standar

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:00 WIB