Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti uang tunai, 18 telepon seluler, alat komunikasi, dan senjata yang diamankan TNI usai kontak tembak di Nduga.

Barang bukti uang tunai, 18 telepon seluler, alat komunikasi, dan senjata yang diamankan TNI usai kontak tembak di Nduga.

NDUGA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Baku tembak antara prajurit TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menewaskan dua orang yang diduga anggota kelompok tersebut.

Dari lokasi kejadian, TNI mengamankan uang tunai Rp88 juta, 18 telepon seluler, alat komunikasi, dokumen, dan sejumlah senjata.

Kontak tembak terjadi pada Jumat (23/10/2026), ketika personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema melakukan patroli kewilayahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Patroli itu bertujuan menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menjelaskan, situasi berubah menjadi baku tembak setelah kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah prajurit.

โ€œ Saat tim patroli menyisir lokasi untuk memastikan keselamatan warga, pihak lawan justru melancarkan provokasi tembakan terarah yang memicu pertempuran frontal,โ€ ujar Wirya, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga :  Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki

Setelah situasi terkendali, prajurit menemukan dua orang meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan meninggalkan tempat kejadian.

Namun, identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, status mereka sebagai pentolan kelompok bersenjata belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

TNI Amankan Uang Rp88 Juta dan 18 Ponsel

Selain menemukan korban tewas, prajurit mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata tersebut.

Barang bukti itu meliputi uang tunai Rp88 juta, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi handy talky (HT), dokumen, serta atribut kelompok.

Petugas juga menemukan dua pucuk senapan angin, senjata tajam, busur, dan anak panah.

โ€œAparat juga mengamankan persenjataan yang ditinggalkan, meliputi dua pucuk senapan angin, senjata tajam, hingga busur beserta anak panahnya,โ€ kata Wirya.

Seluruh barang tersebut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

TNI Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan, operasi keamanan di Papua Pegunungan bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan.

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis di Siak, Novrianto Terkubur Dibungkus Terpal, Pelaku Ditangkap

Ia menyatakan setiap tindakan prajurit harus dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional, serta mengikuti aturan pelibatan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi.

โ€œSetiap ancaman bersenjata terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar warga dapat hidup tanpa rasa takut,โ€ tandasnya.

Di tengah situasi keamanan yang rawan, warga membutuhkan ruang untuk beraktivitas, bekerja, dan mendampingi keluarga tanpa dibayangi ancaman kekerasan.

Koops TNI Habema juga mengajak kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat.

Upaya menjaga keamanan diharapkan dapat membantu warga Nduga menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang, sekaligus membuka peluang bagi pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Kecurigaan Ibu, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Terungkap di Sumenep
Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Berawal dari Kecurigaan Ibu, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Terungkap di Sumenep

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Berita Terbaru