Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid saat tiba di Sorong, Papua Barat Daya, sebelum pemakaman militer.

Jenazah Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid saat tiba di Sorong, Papua Barat Daya, sebelum pemakaman militer.

SORONG, POSNEWS.CO.ID – Duka menyelimuti keluarga Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, perwira muda Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang meninggal dunia akibat luka tembak di Surakarta, Jawa Tengah.

Di tengah kabar yang sempat menyebut korban ditembak rekannya, Kopassus menegaskan insiden tersebut diduga terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan saat sebuah pistol meletus di gudang senjata.

Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasinya berada di gudang senjata Grup 2 Kopassus di wilayah Surakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Indra, rekaman kamera pengawas atau CCTV merekam rangkaian kejadian tersebut. Rekaman itu akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan kronologi dan pertanggungjawaban hukum.

“ Itu kejadiannya di gudang senjata karena pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan,” kata Indra, sebagaimana dikutip ANTARA, Senin (26/10/2026).

Baca Juga :  DPO Narkoba Diburu! Rendy Hermawan, Tangan Kanan “Andre The Doctor” Terendus di Malaysia

CCTV Jadi Kunci Mengungkap Kronologi

Kematian Jihad sempat memunculkan kabar bahwa ia tertembak oleh rekan sesama prajurit. Namun, Kopassus membantah narasi tersebut dan meminta masyarakat tidak menyimpulkan penyebab kejadian sebelum penyelidikan mengungkap fakta secara utuh.

Indra menegaskan, rekaman CCTV akan diserahkan kepada Polisi Militer untuk mendalami rangkaian peristiwa di gudang senjata.

Kopassus juga menyatakan kasus tersebut akan ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta.

Melalui pemeriksaan itu, penyidik diharapkan dapat memastikan bagaimana pistol meletus, siapa saja yang terlibat, serta apakah terdapat unsur kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, penyebab pasti dan tanggung jawab hukum dalam insiden ini tetap harus mengacu pada hasil penyidikan, bukan spekulasi yang beredar di media sosial.

Jenazah Dimakamkan secara Militer di Sorong

Setelah kejadian tersebut, jenazah Jihad dibawa ke Kota Sorong, Papua Barat Daya. Almarhum tiba di kota tersebut pada Minggu (25/10/2026) untuk disemayamkan sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong.

Kedatangan jenazah dikawal langsung oleh Komandan Grup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra.

Baca Juga :  Kontak Tembak di Papua, Aparat Kuasai Markas KKB dan Amankan Ratusan Amunisi

Kepergian Jihad meninggalkan duka bagi keluarga. Ia merupakan putra kedua Mayor Inf Triyana, Kepala Penerangan Korem 181/Praja Vira Tama di Sorong, dan Zainab Jelfoom, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Sorong.

Di tengah suasana duka, keluarga dan masyarakat menantikan penjelasan yang lengkap mengenai insiden yang merenggut nyawa perwira muda tersebut.

Polisi Militer Diminta Mengungkap Fakta

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan penggunaan senjata api di lingkungan militer. Penyelidikan yang transparan diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian dan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Keterangan resmi Kopassus menyebut insiden itu sebagai kelalaian dan ketidaksengajaan. Namun, penyidik Polisi Militer tetap perlu menguji keterangan tersebut melalui rekaman CCTV, pemeriksaan saksi, serta bukti lain yang relevan.

Hingga perkembangan pemberitaan pada Selasa (27/10/2026), kronologi terperinci belum sepenuhnya dibuka kepada publik.

Karena itu, hasil penyidikan akan menjadi dasar penting untuk menjelaskan peristiwa tersebut secara utuh dan mencegah simpang siur informasi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib
Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan
Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan
Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Pelaku Ditangkap
Enam Bulan Usai Penembakan Karyawan Freeport, DPO AK Ditangkap di Mimika
Labfor Polda Jatim Periksa 3 TKP Kasus Dini dan Anak, Tungku Api Jadi Sorotan
Ditangkap di Jombang, Dwi Bagus Diperiksa Kasus Ibu dan Anak di Madiun
Polisi Cari Potongan Tulang Dini dan Anak di Madiun, Jasad Diduga Dibakar 2 Kali

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru

Festival Sembilan Dewa Kaisar berlangsung meriah di Asia Tenggara. Simak keunikan tradisi jalan bara api dan pola makan vegetarian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Okt 2026 - 09:19 WIB

Tren busana Gothic Lolita Jepang kian populer di Eropa. Simak lonjakan penjualan Atelier Pierrot dan kemeriahan acara tea party di Berlin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:00 WIB