SALATIGA, POSNEWS.CO.ID — Malam yang semestinya menjadi waktu beristirahat yang tenang bagi keluarga Brian Damara (di Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah) seketika berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam pada Kamis (29/10/2026) dini hari.
Suasana sunyi pecah tatkala rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka disatroni oleh seorang pria tak dikenal.
Niat awal pelaku tampaknya hanya mengincar barang berharga. Setelah berhasil menggondol uang tunai dan rokok dari warung, rasa tamak membuat langkah kaki pria berusia sekitar 44 tahun asal Tembalang, Semarang, itu berlanjut masuk ke dalam rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa rasa takut, ia menyelonong ke kamar tidur anak pemilik rumah untuk mengincar telepon genggam.
Nahas, derap langkah asing tersebut membangunkan tidur lelap Brian. Alih-alih melarikan diri saat kedoknya terbongkar, pelaku justru menunjukkan gelagat yang membuat bulu kuduk merinding: ia berdiri sambil tertawa menantang.
“Ketahuan saya saat dia mau mengambil HP. Dia malah tertawa-tawa, lalu memukul saya. Saya juga melawan untuk membela diri,” kenang Brian dengan nada getir saat ditemui di lokasi kejadian.
Satu Jam Bertaruh Nyawa di Ujung Pecahan Kaca
Seketika itu juga, kamar tidur berubah menjadi arena pertarungan hidup dan mati. Duel sengit tak terhindarkan dan berlangsung hingga sekitar satu jam penuh.
Dalam kondisi terdesak, pelaku yang beringas menyambar pecahan kaca untuk melukai Brian secara membabi buta.
Akibatnya, pemuda tangguh ini harus menerima kenyataan pahit berupa luka sayat yang cukup serius di sekujur lengan, ketiak, hingga kakinya.
Di tengah kesakitan dan pertarungan yang menguras tenaga, jeritan histeris sang nenek (simbah) menjadi penyelamat.
Teriakan minta tolong dan pekikan “maling” menggema di tengah gulita malam, membangunkan seluruh anggota keluarga dan seketika menyulut kepanikan warga sekitar yang berbondong-bondong keluar rumah.
Amuk Massa yang Tak Terbendung
Ketika pelaku akhirnya berhasil digiring keluar rumah, situasi berubah menjadi lautan emosi warga yang sudah memuncak.
Kemarahan yang tak terbendung akibat maraknya aksi kejahatan membuat massa menghakimi pelaku hingga meregang nyawa di lokasi kejadian sebelum aparat kepolisian sempat menjejakkan kaki di tempat perkara.
Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk kerumunan warga yang histeris, Brian justru harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat atas luka-luka robek yang mengancam nyawanya.
Sebuah malam yang merenggut rasa aman sebuah keluarga sederhana.
Langkah Tegas Aparat Penegak Hukum
Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, membenarkan insiden maut tersebut. Saat ini, Satreskrim Polres Salatiga tengah menyelidiki dua kasus sekaligus: pencurian dengan pemberatan dan pengeroyokan massa.
“Kasus dugaan pencurian yang berakhir kematian ini masih dalam penyelidikan mendalam aparat Satreskrim Polres Salatiga,” pungkas Ipda Sutopo tegas. **
Editor : Hadwan













