Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

lustrasi cuaca ekstrem dan hujan lebat akibat dampak bibit siklon tropis di Indonesia.
(Posnews/Net)

lustrasi cuaca ekstrem dan hujan lebat akibat dampak bibit siklon tropis di Indonesia. (Posnews/Net)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul kemunculan bibit siklon baru yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bibit Siklon Tropis 91B terpantau mulai terbentuk di Laut Andaman sejak Kamis (29/10/2026) dini hari, tepatnya di sekitar perairan utara Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun sistem tersebut diprakirakan tidak berdampak langsung secara frontal ke wilayah Indonesia, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menegaskan bahwa masyarakat—khususnya di kawasan barat Sumatera—tetap wajib waspada terhadap dampak tidak langsungnya.

“Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak berdampak langsung ke Indonesia. Namun, potensi hujan lebat di beberapa wilayah tetap mengintai hingga 30 Oktober 2026,” ujar Berton, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja BGN, Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Baru

Wilayah Terdampak & Peringatan Gelombang Tinggi

Sebagai langkah antisipasi, BNPB meminta warga di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan sekitarnya untuk siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem berintensitas sedang hingga lebat.

Selain ancaman curah hujan tinggi, nelayan serta masyarakat pesisir juga diimbau untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berisiko menerjang perairan Selat Malaka bagian utara.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa harus panik. Kesiapsiagaan adalah kunci utama keselamatan jiwa,” tambah Berton.

Lebih lanjut, peta sebaran cuaca ekstrem ini terpantau meluas. Merujuk data terbaru BNPB, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan masih akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026 di sejumlah wilayah berikut:

Sumatera: Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Wilayah Lainnya: Sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Langkah Nyata Mitigasi: Peran Aktif Pemerintah Daerah

Menghadapi potensi hidrometeorologi basah ini, BNPB mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah mitigasi proaktif.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI ke-80, Prabowo Tetapkan 18 Agustus Sebagai Hari Libur

Beberapa instruksi krusial yang harus segera dijalankan meliputi:

  • Mengaktifkan Posko Siaga Bencana di tingkat daerah secara berkala.
  • Memeriksa Kesiapan Logistik & Peralatan evakuasi guna memastikan fungsi optimal saat darurat.
  • Membersihkan Aliran Sungai dan Drainase untuk mencegah risiko banjir genangan akibat sumbatan sampah.
  • Memetakan Wilayah Rawan Bencana seperti titik-titik rawan banjir dan tanah longsor, sekaligus menyiapkan jalur evakuasi yang aman.

Tips Edukasi: Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Agar terhindar dari risiko terburuk, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan langkah-langkah mitigasi mandiri berikut:

Pantau Informasi Resmi: Selalu update prakiraan cuaca terkini hanya melalui kanal resmi BMKG dan BNPB.

Amankan Lingkungan Sekitar: Pangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar rumah guna menghindari pohon tumbang akibat angin kencang.

Evakuasi Dini: Segera ikuti instruksi petugas berwenang dan lakukan evakuasi mandiri apabila kondisi cuaca kian memburuk.

“Warga diimbau mengikuti info resmi BMKG-BNPB dan segera evakuasi atas instruksi petugas,” pungkas Berton. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:08 WIB

20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Berita Terbaru

Hakim federal menolak permintaan Pemerintahan Trump untuk menghentikan penghitungan 20 ribu surat suara di California.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Menhan AS Pete Hegseth memecat perencana militer utama Pentagon Letjen Brett Sylvia. Simak kaitannya dengan rencana serangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:39 WIB