Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Teh Kemasan Berbusa Saat Aksi, BPOM Langsung Ambil Sampel Uji Lab.

Viral Teh Kemasan Berbusa Saat Aksi, BPOM Langsung Ambil Sampel Uji Lab.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Di tengah dinamika aksi demonstrasi yang menyita perhatian publik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 28 Oktober 2026 lalu, sebuah momen tak terduga mendadak viral di media sosial.

Bukan sekadar orasi atau atribut aksi yang menjadi sorotan, melainkan temuan minuman teh kemasan karton yang mengeluarkan busa secara tidak wajar saat dibagikan kepada massa.

Menanggapi keresahan tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung mengambil langkah taktis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat, otoritas pengawas pangan ini resmi mengumumkan penelusuran mendalam serta pengujian laboratorium terhadap produk yang bersangkutan pada Jumat (30/10/2026).

Dari Video Viral hingga Uji Laboratorium

Melalui akun media sosial resmi mereka, BPOM menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat. Dalam unggahannya, pihak BPOM menyampaikan:

Baca Juga :  Merdeka Run 2025 Hadirkan Kategori Umum dan Family, 703 Personel Amankan Acara

β€œBergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. BPOM telusuri minuman teh kemasan yang diduga mengandung bahan asing.”

Sebelumnya, sebuah rekaman video singkat memperlihatkan momen ketika kemasan karton teh tersebut dipijat dan dituangkan, lalu memunculkan busa dalam jumlah berlimpah yang memicu kekhawatiran luas.

Oleh karena itu, tim pengawas BPOM langsung diterjunkan ke lapangan guna mengamankan sampel dan melakukan serangkaian uji laboratorium secara komprehensif.

Selain melakukan investigasi internal, BPOM juga memastikan transparansi penuh kepada publik. Artinya, setiap perkembangan hasil uji laboratorium akan disampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan menenangkan.

Sanksi Tegas Menanti Jika Terbukti Melanggar

Kendati proses investigasi masih berjalan, BPOM tidak main-main dalam menegakkan aturan keamanan pangan di Indonesia.

Apabila hasil pengujian laboratorium nantinya membuktikan adanya pelanggaran standar mutu atau kandungan bahan asing yang membahayakan, maka sanksi administratif hingga penindakan hukum tegas siap dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, BPOM turut mengapresiasi keaktifan warganet dan masyarakat yang sigap melaporkan kejanggalan tersebut.

Baca Juga :  Detik-Detik Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading, 1 Pekerja Tewas

Hal ini membuktikan bahwa kesadaran kolektif masyarakat terhadap keamanan produk pangan semakin hari semakin kuat.

Terapkan Prinsip “Cek KLIK” demi Kesehatan Keluarga

Di tengah maraknya peredaran produk pangan olahan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu menjadi konsumen yang cerdas.

Sebagai langkah pencegahan mandiri, BPOM mengimbau masyarakat agar senantiasa menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk apa pun:

  • K (Kemasan): Pastikan kemasan produk dalam kondisi utuh, tidak penyok, sobek, bocor, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik lainnya.
  • L (Label): Baca informasi pada label dengan teliti, mulai dari komposisi, informasi nilai gizi, hingga petunjuk penyimpanan.
  • I (Izin Edar): Pastikan produk memiliki nomor izin edar resmi yang terdaftar di BPOM.
  • K (Kedaluwarsa): Selalu periksa tanggal kedaluwarsa untuk menghindari konsumsi produk yang sudah melewati batas layak.

Temukan produk rusak atau mencurigakan? Segera lapor ke HALOBPOM di nomor 1500533.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Berita Terbaru

Aktor legendaris Sir Patrick Stewart meninggal dunia pada usia 86 tahun. Simak riwayat karier pemeran Kapten Picard dan Profesor X tersebut. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Aktor Legendaris Sir Patrick Stewart Meninggal Dunia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:40 WIB

Sanrio minta maaf dan batalkan kolaborasi Hello Kitty dengan drama VIVANT usai dituduh anti-Tiongkok. Simak ulasan konflik budaya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kolaborasi Hello Kitty

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:37 WIB