Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID — Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di dalam parit di kawasan Jalan Cipto MK, Gang 57 PU, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, pada Selasa (27/10/2026) malam.

Korban yang diketahui bernama Lilis Pitriani (29) ditemukan dalam kondisi mengenaskan—tidak hanya terbujur kaku di saluran air, tetapi juga dengan tubuh terikat tali tambang.

Menanggapi kasus yang menghebohkan publik ini, pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas tabir kematian korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil autopsi medis yang dirilis pada Sabtu (31/10/2026), aparat penegak hukum memastikan adanya unsur tindak pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan berat.

Baca Juga :  Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan

Fakta Autopsi: Luka Lebam Benda Tumpul hingga Bekas Cekikan Leher

Sebagai bentuk transparansi penegakan hukum, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma, membeberkan hasil autopsi jenazah Lilis Pitriani secara terbuka kepada awak media.

“Hasil autopsi memang banyak luka yang diakibatkan oleh benda tumpul. Salah satu luka terparah ada di bagian leher, seperti dicekik,” tegas Kompol Regan Kusuma, Sabtu (31/10/2026).

Luka lebam akibat benda tumpul mengindikasikan adanya perlawanan sengit. Ditambah posisi jasad yang terikat, pelaku diduga kuat berusaha menghilangkan jejak secara keji.

Misteri Hilangnya Ponsel dan Perburuan Terduga Pelaku Berinisial R

Hingga kini, penyidik Polresta Bandar Lampung telah memeriksa enam saksi kunci.

Baca Juga :  Skandal Parkir Liar di Aset Pemprov DKI, Kerugian Capai Rp37,8 Miliar

Namun demikian, sorotan utama kini tertuju pada seorang pria berinisial R, yang tidak lain adalah sepupu korban. Berdasarkan keterangan awal, jejak terakhir Lilis bermula saat ia berpamitan ke pasar pada Minggu pagi.

Saat itu, korban diketahui berangkat dengan diantar oleh sang sepupu, R. Polisi mendatangi rumah keluarga R untuk melacak keberadaannya yang masuk DPO.

Selain memburu terduga pelaku, aparat kepolisian juga tengah mendalami barang-barang pribadi korban yang raib di lokasi kejadian.

Ponsel korban hilang, namun polisi belum memastikan apakah motifnya perampokan atau dendam pribadi. “Barang korban ada yang hilang, yaitu handphone. Itu masih kita dalami,” jelas Kompol Regan menambahkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti
Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air
Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan
Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu
Misteri Maut di Toboali: Ngobrol Santai Berujung Timah Panas, Pelaku Diburu
Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan
Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Empat Polisi Diamankan di Kelab Malam Batam, Etomidate Jadi Barang Bukti

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Hasil Autopsi Mayat Wanita Terikat di Parit Bandar Lampung Ungkap Fakta Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan

Berita Terbaru

Sanrio minta maaf dan batalkan kolaborasi Hello Kitty dengan drama VIVANT usai dituduh anti-Tiongkok. Simak ulasan konflik budaya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kolaborasi Hello Kitty

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:37 WIB