Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar di Binance. Simak bantahan resmi. Dok: Istimewa.

Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar di Binance. Simak bantahan resmi. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PYONGYANG – Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar.

Negara tersebut menyebut tudingan ini sebagai retorika konyol belaka.

Kantor berita resmi pemerintah menyampaikan pernyataan resmi rezim tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tudingan ini membuktikan Washington terus memusuhi Korea Utara.

Kim Yo Jong menyampaikan bantahan keras tersebut secara langsung.

Ia merupakan saudara perempuan pemimpin tertinggi Kim Jong Un.

Pyongyang sebelumnya mengabaikan tawaran diplomasi Presiden Donald Trump.

Sementara itu, Kim Yo Jong meminta negaranya mempertimbangkan kembali beberapa isu.

Ia menyoroti sikap bermusuhan Amerika Serikat yang berkelanjutan.

Tudingan Biro Investigasi Federal

Biro Investigasi Federal mengumumkan kesimpulan mereka pada akhir pekan lalu.

Mereka menuduh Korea Utara mencuri aset virtual tersebut.

Nilai curian dari platform Binance mencapai enam miliar dolar.

Ini merupakan pencurian finansial terbesar sepanjang sejarah.

Biro Investigasi Federal berusaha mencap negaranya sebagai penjahat siber.

Meskipun demikian, Kim menyebut tudingan itu bukan hal baru.

Baca Juga :  Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

Ia menganggap klaim tersebut memprovokasi negaranya secara politik.

Amerika Serikat berusaha menyesatkan opini publik internasional.

Mereka menuduh Korea Utara melakukan semua kejahatan siber global.

Aliran Dana Program Senjata

Pakar keamanan siber menyoroti aktivitas peretas Korea Utara.

Mereka menyebut peretas tersebut mencuri banyak mata uang kripto.

Dana curian itu mendanai program senjata negara tersebut.

Namun demikian, Korea Utara terus membantah semua tuduhan itu.

Firma analitik Elliptic merilis estimasi pencurian tahun ini.

Peretas mencuri kripto senilai tujuh koma enam miliar dolar.

Angka ini melampaui rekor pencurian pada tahun sebelumnya.

Analis Seoul menyoroti respons cepat Pyongyang tersebut.

Pyongyang mungkin mengkhawatirkan pemutusan aliran pendapatan mereka.

Profesor Lim Eul chul memberikan pendapatnya terkait masalah ini.

Pencurian kripto menjadi jalur utama pendanaan rezim tersebut.

Langkah tambahan Amerika Serikat berpotensi memotong sumber pendapatan penting.

Perburuan Skala Besar

Bank sentral Korea Selatan merilis perkiraan produk domestik bruto.

Angka ini mencapai tiga puluh lima koma nol sembilan miliar dolar.

Baca Juga :  Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Pencurian Binance menyamai seperenam total pengeluaran ekonomi mereka.

Firma Chainalysis memperkirakan delapan puluh sembilan persen kerugian kripto global.

Mereka mengaitkan kerugian tahun dua ribu dua puluh enam dengan Pyongyang.

Alec Zebrick dari Chainalysis mengomentari fenomena ini.

Ia menyebut taktik ini sebagai perburuan hewan besar.

Peretas menargetkan bursa besar yang membutuhkan upaya rumit.

Bahkan, hasil pencurian ini bernilai sangat besar.

Korea Utara menghadapi tingkat kemiskinan yang sangat tinggi.

Dengan demikian, mereka mencari sumber daya melalui cara ilegal.

Mereka menyalurkan dana ini ke program senjata nuklir.

Peneliti senior Hong Min memberikan analisis utamanya.

Pesan utama Pyongyang menyasar hubungan dengan Amerika Serikat.

Pyongyang meminta Washington menjaga pintu dialog tetap terbuka.

Biro Investigasi Federal menuduh unit khusus bernama TraderTraitor.

Unit ini melancarkan serangan terhadap platform Binance.

Peretas mengubah aset curian menjadi kripto ethereum.

Binance menggunakan dana perusahaan untuk mengganti kerugian tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 10:38 WIB

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Berita Terbaru

Mahkamah Agung AS menolak upaya pemerintah Trump memisahkan dua puluh ribu surat suara di California. Simak ulasan keputusan hukum. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:49 WIB

Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar di Binance. Simak bantahan resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:41 WIB

Jokowi memperlihatkan ijazah SD hingga UGM saat memberikan kesaksian dalam sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur.

NASIONAL

Jokowi tunjukkan ijazah di sidang Roy Suryo

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:46 WIB

Presiden Pengadilan Pidana Internasional menanggapi sanksi pemerintah Amerika Serikat melalui sidang Perserikatan Bangsa Bangsa. Simak rincian pidato. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:38 WIB

Studio Bungie mengungkap rencana pemulihan konten lama permainan Destiny Dua hingga tahun dua ribu dua puluh delapan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Studio Bungie Mengungkap Pemulihan Konten Destiny 2

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:38 WIB