Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar gembira buat pelajar Inggris! Pemerintah resmi gabung lagi ke Erasmus+ mulai 2027. Simak detail biaya £570 juta dan manfaatnya bagi 100.000 siswa. Dok: Istimewa.

Kabar gembira buat pelajar Inggris! Pemerintah resmi gabung lagi ke Erasmus+ mulai 2027. Simak detail biaya £570 juta dan manfaatnya bagi 100.000 siswa. Dok: Istimewa.

LONDON,  POSNEWS.CO.ID – Pintu Eropa kembali terbuka lebar bagi pelajar Inggris. Setelah terisolasi akibat Brexit, pemerintah Inggris akhirnya mengambil langkah strategis untuk bergabung kembali dengan skema Erasmus+ Uni Eropa (EU).

Kesepakatan ini menelan biaya sekitar £570 juta (sekitar Rp11,4 triliun). Rencananya, program ini akan mulai beroperasi kembali pada tahun 2027.

Langkah ini menjadi pemenuhan janji manifesto pemilu Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Keir Starmer. Tujuannya jelas, pemerintah ingin memulihkan hubungan yang sempat retak dengan Brussels.

100.000 Pelajar Siap Terbang

Pemerintah Inggris memperkirakan dampak positif yang masif. Setidaknya, 100.000 orang dari segala usia bisa mendapatkan manfaat pada tahun pertama.

Program ini tidak hanya untuk mahasiswa universitas. Sebaliknya, Erasmus+ juga mencakup peluang pendidikan, pelatihan, budaya, dan olahraga bagi peserta magang, siswa pendidikan lanjutan, hingga pelajar dewasa.

Baca Juga :  Buruh Siapkan Aksi di DPR 30 September 2025, KSPSI Imbau Tidak Terprovokasi

Menteri Keterampilan, Jacqui Smith, menyambut antusias kesepakatan ini. “Ini adalah tentang meruntuhkan hambatan peluang,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman internasional akan memberikan keterampilan dan kepercayaan diri yang sangat dihargai oleh pemberi kerja.

Diskon 30% dan Hibah Biaya Hidup

Kesepakatan ini diklaim menguntungkan pembayar pajak Inggris. Pemerintah menyebut telah mendapatkan diskon 30 persen dibandingkan persyaratan standar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persyaratan ini mencapai keseimbangan yang adil antara kontribusi kami dan manfaat yang ditawarkan program,” tulis pernyataan resmi pemerintah.

Bagi mahasiswa, ini adalah berita yang sangat melegakan. Mereka bisa menghabiskan waktu hingga satu tahun belajar di universitas Eropa tanpa membayar biaya tambahan.

Bahkan, mereka berhak mendapatkan hibah untuk membantu biaya hidup di luar negeri. Hal ini berlaku juga bagi mereka yang menempuh penempatan kerja (work placement).

Baca Juga :  Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO

Menggantikan Skema Turing yang Gagal?

Keputusan ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap kebijakan era Boris Johnson. Dulu, Johnson membawa Inggris keluar dari Erasmus dengan alasan “tidak sepadan secara nilai”.

Sebagai gantinya, pemerintah Konservatif saat itu membuat skema Turing yang lebih terbatas. Namun, Alex Stanley dari National Union of Students menyebut jumlah pelajar Inggris di Eropa anjlok drastis sejak saat itu.

“Sekarang, generasi pelajar berikutnya dari Inggris akan dapat mengalami semuanya lagi,” kata Stanley optimis. Di sisi lain, nasib skema Turing kini menjadi tanda tanya besar karena belum ada pengumuman resmi mengenai masa depannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Berita Terbaru

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB