JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banyak orang bekerja dalam senyap untuk membangun daerahnya.
Ada yang menggerakkan ketahanan pangan desa, menciptakan inovasi kesehatan, menjaga tradisi leluhur, hingga membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang terjangkau.
Kiprah para penggerak lokal tersebut menjadi perhatian Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melalui ajang DPD RI Awards 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan ini disiapkan untuk membawa tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai pelosok Indonesia ke panggung nasional.
Sekretaris Jenderal DPD RI Komjen Mohammad Iqbal mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni.
Ajang ini menjadi bentuk pengakuan terhadap perjuangan masyarakat daerah yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.
“Pejuang-pejuang di daerah yang kadangkala tidak tersorot oleh media kita angkat menjadi panggung bagi mereka,” kata Iqbal dalam Forum Komunikasi Publik Bakohumas Sekretariat Jenderal DPD RI di Hotel Oakwood, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Ia menegaskan, kontribusi masyarakat daerah memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.
Karena itu, DPD RI ingin memberikan ruang lebih luas bagi para pelaku perubahan untuk memperkenalkan karya dan dampaknya kepada masyarakat.
“Melalui penghargaan ini, kita menegaskan bahwa DPD RI hadir untuk mengapresiasi putra-putri terbaik bangsa yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan negara,” ujarnya.
Empat Kategori, Ribuan Kandidat
Pada penyelenggaraan 2026, DPD RI Awards menghadirkan empat kategori penghargaan.
Masing-masing meliputi Penggerak Desa Mandiri Pangan, Inovator Teknologi Kesehatan, Pelestari Budaya Daerah, serta Inovator Pendidikan Nonformal atau Pendidikan Luar Sekolah.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar. Panitia mencatat sebanyak 1.112 kandidat mengikuti proses pendaftaran yang dibuka pada 27 Juli hingga 23 Agustus 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia melakukan verifikasi dan penyaringan sebelum menyerahkan kandidat kepada Dewan Pakar untuk dinilai.
Perkembangan terbaru, Dewan Pakar telah menetapkan tiga kandidat teratas pada setiap kategori melalui rapat penilaian pada 26 Oktober 2026.
Penilaian mempertimbangkan dampak inovasi, dedikasi, perkembangan program, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
Untuk kategori Pelestari Budaya Daerah, tiga kandidat teratas berasal dari Maluku Utara, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.
Sementara kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan menghadirkan kandidat dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Aceh.
Adapun kategori Inovator Teknologi Kesehatan diisi kandidat dari DKI Jakarta, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Pada kategori Inovator Pendidikan Nonformal, kandidat berasal dari Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Para penerima penghargaan dijadwalkan diumumkan dalam malam puncak DPD RI Awards pada November 2026.
Iqbal: Indonesia Dibangun dari Daerah
Iqbal menilai kekuatan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar. Banyak perubahan justru lahir dari inisiatif masyarakat di desa dan wilayah pelosok.
Ia mengibaratkan pembangunan nasional seperti obor besar yang tidak hanya menyala di Jakarta, tetapi juga ditopang lilin-lilin kecil di berbagai daerah.
Karena itu, DPD RI menggandeng detikcom untuk memperluas publikasi mengenai kiprah para tokoh lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat inovasi dan praktik baik dari daerah lebih dikenal masyarakat luas.
“Forum Bakohumas hari ini memiliki tujuan strategis: membangun pemahaman bersama mengenai program DPD RI Awards 2026, memperkuat sinergi publikasi antara Setjen DPD RI dengan seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah, serta mendorong penyebarluasan informasi mengenai inovasi dan best practices atau praktik baik yang berkembang di seluruh pelosok negeri,” kata Iqbal.
Melalui forum tersebut, DPD RI juga mendorong kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berperan aktif menyebarluaskan informasi tentang program serta potensi masyarakat di wilayah masing-masing.
Pemenang 2025 Jadi Inspirasi
DPD RI Awards 2026 melanjutkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada edisi perdana 2025, penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh dengan kontribusi di bidang sosial, kesehatan, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan kelompok rentan.
Salah satu penerimanya adalah Aqsa Aufa Syauqi Sadana, peneliti medis muda sekaligus penggagas AQSA Centre untuk Inovasi dan Riset.
Ia mendapat penghargaan bidang Pembangunan Sosial dan Kesehatan atas kiprahnya mengembangkan riset biomedis dan inovasi kesehatan.
Tokoh lainnya adalah Sugeng Handoko, penggerak wisata Desa Nglanggeran; Khofifah Indar Parawansa di bidang Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan; Febrita Lustia di bidang Ekonomi Kreatif; serta Bayu Satria sebagai pejuang kelompok rentan.
Pada forum komunikasi publik kali ini, DPD RI menghadirkan Aqsa sebagai salah satu narasumber untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dari penerima penghargaan sebelumnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital Dra. Molly Prabawaty, M.A.P., serta Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Setjen DPD RI Mahyu Darma, S.H., M.H.
Selain itu, diskusi menghadirkan Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 Dr. Agustin Teras Narang, S.H., serta Kepala Biro Organisasi, Keanggotaan, dan Kepegawaian Setjen DPD RI Dr. Fitriani, A.P., M.Si.
Penghargaan Harus Melahirkan Inspirasi
Melalui DPD RI Awards, masyarakat diharapkan semakin mengenal sosok-sosok yang bekerja nyata di daerah.
Penghargaan juga dapat menjadi ruang berbagi pengalaman agar inovasi yang berhasil diterapkan di satu wilayah bisa dikembangkan di tempat lain.
Pada akhirnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dari pusat. Peran masyarakat desa, penggerak pendidikan, inovator kesehatan, dan pelestari budaya turut membentuk masa depan bangsa.
Para tokoh daerah tersebut membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, selama memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. **
Editor : Hadwan













