Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang mempertimbangkan bantuan finansial untuk Mahkamah Pidana Internasional.

Lembaga hukum internasional tersebut menghadapi sanksi tegas dari pemerintah Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Jepang berkomitmen penuh menjaga integritas dan operasional lembaga hukum tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Mahkamah Pidana Internasional Tomoko Akane mengajak seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa bertindak nyata.

Akane menyampaikan seruan tersebut melalui rekaman video dalam Sidang Majelis Umum.

Namun demikian, larangan perjalanan dari Amerika Serikat menghalangi kedatangan langsung pejabat Jepang tersebut.

Baca Juga :  Jatuhnya Konstantinopel 1453: Akhir Abad Pertengahan dan Pemicu Kolonialisme

Penegasan Komitmen Dan Kritik Atas Sanksi Amerika Serikat

Wakil Tetap Jepang Tomohiro Mikanagi menegaskan komitmen negaranya sebagai penyumbang dana utama.

Mikanagi memastikan Jepang akan terus memperkuat dukungan bagi pelaksanaan tugas mahkamah.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menjelaskan formulasi bantuan keuangan yang sedang berjalan.

Kihara melakukan komunikasi intensif bersama Akane dan perwakilan negara mitra lainnya.

Bahkan, pemerintah Jepang menilai sanksi Amerika Serikat sangat bertentangan dengan prinsip penegakan hukum global.

Baca Juga :  Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Pembekuan Aset Dan Eskalasi Sanksi Washington

Washington membekukan aset pribadi Akane dan melarang pejabat tersebut memasuki wilayah Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi lanjutan kepada lembaga mahkamah pada Oktober lalu.

Oleh karena itu, Jepang berupaya keras melindungi independensi lembaga peradilan dunia tersebut.

Dengan demikian, langkah finansial Tokyo menjadi penopang utama keberlangsungan operasional mahkamah internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 November 2026 - 06:08 WIB

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:05 WIB

Donald Trump memuji kemenangan Demokrat pada Pemilu Sela 2026 dan menyalahkan isu perang Iran. Simak ulasan pengakuan Trump dan reaksi Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:30 WIB

Partai Demokrat sukses menguasai Kongres AS pada Pemilu Sela 2026. Simak ulasan kemenangan Senat, hasil pemilihan gubernur, serta respons Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:26 WIB