Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tersangka di Borgol.
(Posnews/Pexel)

Ilustrasi, Tersangka di Borgol. (Posnews/Pexel)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Niat pulang ke rumah setelah bekerja, seorang pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, justru menjadi korban kekerasan jalanan.

FD mengalami luka serius setelah sebuah anak panah menancap di bagian bawah mata kirinya saat tawuran antargang pecah di kawasan Kakatua Dua, Kecamatan Mamajang.

Kondisi FD dilaporkan masih kritis meski telah menjalani operasi bedah di rumah sakit. Bahkan, korban disebut belum sadarkan diri akibat luka yang dideritanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus pembusuran tersebut kini ditangani kepolisian. Tim gabungan Resmob Polda Sulawesi Selatan, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Resmob Polsek Mamajang berhasil menangkap pria berinisial AR (24) yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Petugas meringkus AR di tempat persembunyiannya di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

Panit 1 Reskrim Polsek Mamajang, Ipda Husni Faisal, menjelaskan bahwa AR diduga melepaskan anak panah ketika bentrokan antara kelompok Lorong Dua dan Lorong Tiga berlangsung.

Baca Juga :  Timbun Solar Subsidi 7 Bulan, Pria di Bogor Raup Rp218 Juta

Berdasarkan pemeriksaan sementara, AR mengaku ikut melakukan pembusuran setelah mendapat panggilan dari teman-temannya yang tinggal di lorong tersebut.

“Untuk pelaku yang kami amankan itu memang diduga ikut. Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, pelaku ini dipanggil oleh teman-temannya yang kebetulan tetangga lorong,” kata Husni, Sabtu (7/11/2026).

Korban Diduga Baru Pulang Bekerja

Sementara itu, polisi masih mendalami kronologi pembusuran yang menyebabkan FD mengalami luka serius.

Dari pemeriksaan awal dan rekaman kamera pengawas atau CCTV, korban diketahui baru pulang bekerja dan melintas di sekitar lokasi bentrokan.

Penyidik belum memastikan apakah FD terlibat dalam tawuran atau justru menjadi korban saat melintas di tengah keributan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk memastikan peran setiap pihak.

Akibat serangan tersebut, anak panah menancap di bawah mata kiri FD. Korban kemudian menjalani operasi bedah, tetapi kondisinya dilaporkan masih kritis dan belum sadarkan diri.

Baca Juga :  11 WNA Diperiksa Imigrasi Soetta, Lima Diduga Salahgunakan Izin Tinggal

Polisi Sita Pelontar Busur dan Dua Anak Panah

Dalam penangkapan AR, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu pelontar busur atau ketapel dan dua mata anak panah.

Selanjutnya, polisi membawa AR ke Polsek Mamajang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Penyidik juga masih mendalami keterlibatan terduga pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain dalam tawuran tersebut.

Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa tawuran antargang bukan sekadar perselisihan antarwarga.

Senjata tajam dan anak panah yang digunakan dalam bentrokan dapat mengancam nyawa siapa saja, termasuk orang yang tidak terlibat.

Karena itu, masyarakat, khususnya kalangan remaja, perlu menolak ajakan tawuran dan tidak menjadikan konflik antarlorong sebagai ajang pembuktian keberanian.

Melaporkan potensi bentrokan kepada kepolisian menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian
Truk Tabrak Penyeberang Jalan di Cileungsi, Korban Tewas di Lokasi
Polisi Gerebek Dua Lokasi di Bogor, Temukan Kunci T hingga Alat Isap Sabu
Timbun Solar Subsidi 7 Bulan, Pria di Bogor Raup Rp218 Juta
Diduga Eksploitasi Istri Lewat MiChat, Tarif Sekali Transaksi Rp600 Ribu
Jumat Keliling di Bengkulu, SIM hingga Knalpot Brong Jadi Sorotan
Buron Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya
Panik Diperiksa Polisi di Tol, Guru Ngaji Diduga Tabrak Dua Petugas

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Sabtu, 7 November 2026 - 18:41 WIB

Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian

Sabtu, 7 November 2026 - 15:07 WIB

Truk Tabrak Penyeberang Jalan di Cileungsi, Korban Tewas di Lokasi

Sabtu, 7 November 2026 - 14:50 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi di Bogor, Temukan Kunci T hingga Alat Isap Sabu

Sabtu, 7 November 2026 - 07:22 WIB

Timbun Solar Subsidi 7 Bulan, Pria di Bogor Raup Rp218 Juta

Berita Terbaru

Rumor chipset Galaxy S27 Ultra kembali berbelok: Snapdragon atau Exynos 2700? Simak rangkuman bocoran terbaru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Bocoran Galaxy S27 Ultra: Snapdragon dan Exynos 2700

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:16 WIB