Beras Medium dan Sayur Tak Segar, Ombudsman Kritik Realisasi Program MBG

Rabu, 1 Oktober 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ombudsman RI mengungkap sejumlah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai kontrak.

Temuan ini muncul sejak tahap persiapan bahan, mengungkap ketidaksesuaian antara kontrak dan realisasi di lapangan.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mencontohkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor, dapur umum menerima beras medium dengan kadar patah di atas 15%, padahal kontrak menyebut beras premium.

“Pada tahap persiapan bahan, masih ditemukan ketidaksesuaian antara kontrak dan realisasi. Di Bogor, SPPG menerima beras medium meski kontrak menyebut beras premium,” kata Yeka, Selasa (30/9/2025).

Selain itu, beberapa SPPG menerima sayuran tidak segar dan lauk pauk tidak lengkap. Yeka menegaskan, hal ini terjadi karena belum adanya standar acceptance quality limit yang tegas.

Ia menegaskan, negara sudah membayar harga premium, namun anak-anak justru menerima kualitas yang belum optimal.

Baca Juga :  Menhan Sjafrie Gembleng 4.000 ASN Jakarta Jadi Komcad, Tegaskan Bukan Gantikan TNI

Masalah juga muncul pada tahap pengolahan makanan. Banyak SPPG belum konsisten menerapkan standar HACCP.

Beberapa dapur tidak mencatat suhu dan retained sample sebagai bagian dari pengendalian mutu.

Yeka menekankan bahwa pemerintah harus menjadikan kejadian luar biasa ini sebagai alarm untuk memperbaiki dan menegakkan tata kelola serta prosedur pengelolaan MBG secara disiplin. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB