Merapi Kembali Bergejolak: Awan Panas Sejauh 2 Km Meluncur Dini Hari

Jumat, 14 November 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Gunung Merapi (Level III SIAGA) kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 2.000 meter ke Kali Krasak pada Jumat (14/11) dini hari. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Gunung Merapi (Level III SIAGA) kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 2.000 meter ke Kali Krasak pada Jumat (14/11) dini hari. Dok: Istimewa.

YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat (14/11/2025) dini hari. Badan Geologi melaporkan terjadinya awan panas guguran (APG) yang cukup jauh.

Secara spesifik, peristiwa ini terjadi pada pukul 04:38 WIB.

Detail Awan Panas Jumat Dini Hari

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, instrumen seismik mencatat getaran awan panas guguran dengan amplitudo maksimal 46,47 mm. Selanjutnya, durasi peristiwa ini tercatat berlangsung selama 154,68 detik.

Badan Geologi mengestimasi jarak luncur awan panas mencapai 2.000 meter (2 km). Adapun arah luncuran konsisten ke barat daya, yakni menuju hulu Kali Krasak.

Baca Juga :  ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Pihak berwenang menyebutkan bahwa pemantauan visual dari kamera CCTV terbatas. Sebab, kondisi puncak berkabut pada saat kejadian dini hari tadi.

Imbauan Status SIAGA (Level III)

Akibat aktivitas ini, Badan Geologi menegaskan bahwa status Gunung Merapi tetap berada di Level III (SIAGA). Oleh karena itu, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Maka dari itu, BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Patuhi Zona Bahaya: Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Fokus utama ancaman adalah sektor selatan-barat daya (Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng) dan sektor tenggara (Kali Woro).
  2. Waspada Lahar Hujan: Masyarakat harus mewaspadai potensi bahaya lahar. Terutama, jika terjadi hujan lebat di sekitar puncak Merapi, aliran lahar dapat terjadi di sungai-sungai yang berhulu di puncak.
  3. Ikuti Informasi Resmi: Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BPPTKG, Badan Geologi, atau BPBD setempat, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga :  Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk di Sidoarjo, BNPB Sebut Gagal Teknologi

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB