Siswa SMPN 1 Geyer Grobogan Tewas, DPR Desak Kementerian Pendidikan Usut Tuntas

Senin, 13 Oktober 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR Habib Syarief mendesak Kementerian Pendidikan mengusut kematian siswa SMP Grobogan yang diduga akibat perundungan di sekolah. Dok: PKB

Anggota DPR Habib Syarief mendesak Kementerian Pendidikan mengusut kematian siswa SMP Grobogan yang diduga akibat perundungan di sekolah. Dok: PKB

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus kematian tragis di sekolah menambah daftar panjang permasalahan di dunia pendidikan yang harus segera di perbaiki.

Angga Bagus Perwira, siswa SMP Negeri 1 Geyer, Grobogan, Jawa Tengah, diduga meninggal dunia akibat menjadi korban perundungan brutal di lingkungan sekolahnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, geram dan langsung mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk turun tangan mengusut tuntas kasus memilukan ini.

“Kasus ini harus diinvestigasi secara menyeluruh dan transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tegas Habib lewat pernyataan resminya, Senin (13/10/2025).

Politikus PKB itu menilai, sekolah gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat aman bagi siswa. “Sekolah seharusnya jadi ruang bebas dari kekerasan. Tapi kenyataannya, Angga tidak terlindungi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diserang Massa, Mobil Hancur dan Barang Dijarah

Habib juga menegaskan, pihak sekolah harus ikut bertanggung jawab atas kematian pelajar kelas VII itu.

“Siapa pun yang terlibat atau membiarkan, wajib diberi sanksi tegas! Kepala sekolah juga harus bertanggung jawab karena gagal menciptakan lingkungan belajar yang aman,” tandasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyesalkan lemahnya pengawasan guru dan pihak sekolah terhadap perilaku siswa. “Guru dan kepala sekolah harusnya tahu bila ada masalah di antara murid. Jangan pura-pura tidak tahu, sementara ada anak yang tersakiti,” katanya menohok.

Baca Juga :  Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Habib mengingatkan bahwa sikap abai sekolah jelas bertentangan dengan semangat pendidikan nasional. Ia mendesak agar rantai perundungan di sekolah segera diputus, sebelum menelan korban lagi.

Menurut informasi sementara, Angga ditemukan tewas di ruang kelas usai berkelahi dengan teman sekolahnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hingga kini belum membeberkan kronologi pasti.

“Saya akan cek dulu ya,” ujar Wamen Dikdasmen Atip Latipulhayat saat dikonfirmasi media.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas. Warganet menyerbu media sosial dengan tagar #KeadilanUntukAngga, menuntut transparansi dan penegakan hukum bagi pelaku maupun pihak yang lalai. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB