Dua Siswa SMP 1 Geyer Grobogan Jadi Tersangka Kematian Teman Sekelas

Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Grobokan. Dok: Istimewa

Polres Grobokan. Dok: Istimewa

GROBOGAN, POSNEWS.CO.ID — Polres Grobogan hati-hati dalam melakukan penyelidikan terkait anak dibawah umur apalagi yang masih berstatus pelajar.

Kasus meninggalnya ABP, siswa SMP di Kabupaten Grobogan, akhirnya menemui titik terang. Polisi menetapkan dua teman sekelas korban sebagai tersangka. Keduanya masih di bawah umur dan berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Rizky Ari Budianto menegaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi cukup bukti dari hasil penyelidikan intensif.

“Kedua tersangka adalah teman sekelas korban. Mereka berstatus ABH dan sudah kami tetapkan setelah gelar perkara,” tegas Rizky, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga :  Rampok Sadis di Depan Mall Pesona Square, Pengendara Mazda 2 Dipukuli dan Mobil Dirusak

Menurut Rizky, kedua anak itu terlibat dua perkelahian berbeda dengan korban pada Sabtu (11/10/2025). Ia juga menepis kabar adanya aksi pengeroyokan.

“Tidak ada pengeroyokan. Pertikaian terjadi satu lawan satu dalam dua kejadian berbeda,” ujarnya.

Polisi telah memeriksa 17 saksi, terdiri atas guru, siswa, dan tenaga medis dari puskesmas setempat. Semua keterangan saksi memperkuat bukti keterlibatan dua anak tersebut dalam peristiwa tragis itu.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem 29–30 November, BMKG: Puluhan Wilayah Masuk Level Waspada hingga Siaga

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari serangkaian alat bukti dan keterangan saksi, kami menggelar perkara dan menetapkan dua pelajar sebagai tersangka,” tambah Rizky.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pertikaian yang berujung maut tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) karena pelaku masih berusia di bawah umur.

Kasus ini mengguncang masyarakat Grobogan dan menjadi peringatan keras bagi para orang tua serta sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku pelajar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB