Air Hujan Jakarta Tercemar Mikroplastik, BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Rabu 13 Mei 2026: Jabodetabek Diguyur Hujan, Sejumlah Kota di Indonesia Waspada.
(Posnews/(iSock)

Ilustrasi, Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Rabu 13 Mei 2026: Jabodetabek Diguyur Hujan, Sejumlah Kota di Indonesia Waspada. (Posnews/(iSock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan yang turun bekangan ini sebaiknya dihindari masyarakat, karena air hujan yang turun sudah bercampur dengan partikel mikroplastik.

Dalam penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan partikel mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zat berbahaya itu diduga berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan, ban, hingga pembakaran sampah plastik secara terbuka.

Profesor Riset BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan mikroplastik terdeteksi dengan konsentrasi 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari.

“Air hujan yang kita anggap bersih ternyata membawa partikel plastik mikroskopis dari udara. Dalam hitungan detik, partikel itu bisa larut ke air hujan,” ungkap Reza, Jumat (24/10/2025).

Reza menegaskan, mikroplastik berasal dari aktivitas manusia seperti penggunaan pakaian berbahan sintetis dan pembakaran sampah terbuka.

Ia mengingatkan, rendahnya pengumpulan sampah di wilayah penyangga ibu kota memperburuk polusi udara.

“Pembakaran sampah melepaskan mikroplastik dan zat dioksin ke udara, lalu terhirup manusia,” jelasnya.

DLH DKI dan BRIN Kolaborasi Pantau Mikroplastik

Menanggapi riset BRIN, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengapresiasi hasil penelitian itu.

Menurutnya, temuan ini menjadi alarm serius bahwa polusi di Jakarta sudah memasuki tahap kompleks dan butuh langkah berbasis data ilmiah.

Baca Juga :  Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik, DLH DKI Bergerak Cepat

“Kami sudah berkolaborasi dengan BRIN untuk memantau mikroplastik di Teluk Jakarta dan sungai-sungai utama,” ujar Asep di Gedung F Balai Kota, Jumat (24/10).

Asep menegaskan, pihaknya terus memperketat pengawasan industri, menggelar uji emisi kendaraan, dan mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai.

Ia juga memperkuat penerapan Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang kantong belanja ramah lingkungan.

“Kebijakan pengurangan plastik sekali pakai akan terus kami perkuat seiring kampanye hidup minim plastik di rumah tangga dan komunitas,” tegasnya.

Asep juga memastikan DLH DKI melanjutkan riset bersama BRIN, KLHK, dan perguruan tinggi untuk memantau kualitas air hujan dan meneliti dampak mikroplastik terhadap kesehatan warga.

BMKG: Mikroplastik Terbawa Angin dan Cuaca

Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Dwi Atmoko menjelaskan, mikroplastik tergolong aerosol, yakni partikel padat atau cair yang melayang di udara.

“Partikel ini bisa berpindah mengikuti arah angin dan pola cuaca, lalu turun ke permukaan lewat hujan atau deposisi kering,” katanya.

Dwi menambahkan, mikroplastik yang jatuh di Jakarta bisa saja berasal dari wilayah lain, dan sebaliknya, polutan dari Jakarta juga bisa terbawa ke daerah sekitar.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Siaga, Evakuasi Warga Terdampak Banjir 70 Cm Pondok Karya

“Karena itu, penanganan masalah ini wajib dilakukan lintas wilayah dan lintas sektor,” tegasnya.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI Jakarta Rahmat Aji Pramono mengingatkan, mikroplastik bisa memicu gangguan serius jika masuk ke tubuh lewat udara atau makanan.

“Partikel ini bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan pencernaan. Bahkan, jika ukurannya sangat kecil, ia bisa masuk ke aliran darah dan memengaruhi organ vital,” jelas Rahmat.

Ia meminta warga menjaga kebersihan rumah, memperbaiki ventilasi udara, dan mengurangi plastik sekali pakai.

“Efek mikroplastik bersifat jangka panjang. Pencegahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” imbaunya.

BPBD: Hujan Bisa Jadi Pembersih Alami Udara

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta Rian Sarsono menyebut, hasil riset BRIN harus direspons dengan kesiapsiagaan masyarakat.

“Informasi ilmiah ini bukan untuk menakuti, tapi agar warga tahu cara mencegah dampaknya,” ujarnya.

Rian memastikan BPBD terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tidak hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga mengurangi polutan udara.

“Hujan bisa jadi mekanisme alami yang menurunkan partikel berbahaya seperti mikroplastik dari atmosfer,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Diduga Hina Nabi Viral, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga
Jabodetabek Kamis Diprediksi Panas, Bogor dan Depok Waspada Hujan
Jakarta hingga Bogor Berpotensi Hujan, Ini Prakiraan Cuaca 9 September 2026
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah, Hujan Ringan Mengintai
Abu Anak Krakatau Menyebar, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20 Ribu Masker untuk Ojol
Waspada Abu Vulkanik, Polisi Bagikan Masker Gratis di Jakarta Utara
Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September
Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:19 WIB

Video Diduga Hina Nabi Viral, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga

Kamis, 10 September 2026 - 06:19 WIB

Jabodetabek Kamis Diprediksi Panas, Bogor dan Depok Waspada Hujan

Rabu, 9 September 2026 - 05:46 WIB

Jakarta hingga Bogor Berpotensi Hujan, Ini Prakiraan Cuaca 9 September 2026

Selasa, 8 September 2026 - 05:51 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah, Hujan Ringan Mengintai

Senin, 7 September 2026 - 17:20 WIB

Abu Anak Krakatau Menyebar, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20 Ribu Masker untuk Ojol

Berita Terbaru