WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi darurat global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat. Dok: Istimewa.

Situasi darurat global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat. Dok: Istimewa.

KINSHASA, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada Minggu (17/5/2026). Langkah ini muncul setelah virus menyebar ke pusat kota Goma yang padat penduduk.

Sebelumnya, situasi keamanan yang memburuk menghambat upaya petugas kemanusiaan dalam menangani virus tersebut. PBB dan mitra kemanusiaan memperingatkan bahwa konflik bersenjata, perpindahan penduduk, serta kelaparan kronis mempersulit pelacakan kontak dan upaya respons medis.

Penanganan di Tengah Krisis Kelaparan

Provinsi Ituri di bagian timur DRC menjadi pusat wabah ini. Lebih lanjut, pihak berwenang mencatat sedikitnya 482 kasus suspek sejak April. Data tersebut mencakup delapan kasus terkonfirmasi dengan 116 kematian di berbagai zona kesehatan.

Selain itu, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan krisis kelaparan hebat di wilayah Ituri, North Kivu, dan South Kivu. Hampir 10 juta orang di wilayah tersebut menghadapi ancaman kelaparan serius. Akibatnya, sistem kesehatan yang memang rapuh kini menanggung beban yang semakin berat.

Baca Juga :  Trump Rebut Kendali Venezuela Lewat Operasi Militer Kilat

Upaya Penanggulangan dan Bantuan Darurat

PBB dan mitra kemanusiaan saat ini terus mendukung upaya pemerintah dalam menangani Ebola. Oleh karena itu, Program Pangan Dunia (WFP) menerbangkan lebih dari 5 ton pasokan medis ke Ituri pada hari Minggu.

Selanjutnya, para petugas kesehatan masih terus melakukan pengujian terhadap kasus-kasus suspek. Temuan satu kasus di Goma, ibu kota Provinsi North Kivu, memicu kekhawatiran baru. Maka dari itu, PBB menekankan pentingnya sumber daya tambahan agar wabah tidak meluas ke area urban yang lebih padat.

Tantangan Strain Bundibugyo

Para ahli mengidentifikasi wabah kali ini sebagai Bundibugyo strain dari virus Ebola. Sangat disayangkan, hingga kini ilmuwan belum menemukan vaksin yang efektif untuk strain tersebut. Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi satu-satunya senjata utama.

Baca Juga :  Board of Peace: Gedung Putih Siapkan Pertemuan Gaza

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, WHO mendesak komunitas internasional untuk segera meningkatkan dukungan bagi pemerintah DRC dan Uganda. Sebab, tanpa tindakan segera, bantuan penyelamat nyawa tidak akan mencapai mereka yang paling membutuhkan. Risiko kegagalan dalam penanganan krisis ini juga sangat besar.

Kesenjangan Pendanaan Internasional

Rencana respons kemanusiaan untuk DRC saat ini baru mendapatkan pendanaan sebesar 34 persen. Oleh karena itu, PBB menyerukan kepada komunitas global untuk segera meningkatkan dukungan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada penanganan Ebola, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan yang lebih luas bagi warga terdampak konflik.

Singkatnya, keberhasilan mengendalikan wabah ini bergantung pada akses kemanusiaan yang berkelanjutan. Di tahun 2026 yang penuh dengan tantangan ini, dunia harus memberikan perhatian ekstra untuk memastikan stabilitas kesehatan di wilayah yang terjebak dalam pusaran kekerasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap
Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz
Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar
Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan
Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25
Satgas Haji Polri Tetapkan 13 Tersangka Haji Non-Prosedural, 320 Korban Rugi Rp10 Miliar
BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle
Polairud Polda Metro Kembangkan Tambak Pesisir Bekasi, 300 Ribu Benih Udang Ditebar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:55 WIB

Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:19 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:47 WIB

Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:05 WIB

Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan

Berita Terbaru

Situasi darurat global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:47 WIB