Jawa Timur Dapat Kuota Haji Terbanyak 2026, Total 42.409 Jemaah

Selasa, 28 Oktober 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jamaah haji Indonesia di Makkah.  (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Jamaah haji Indonesia di Makkah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah langsung bergerak cepat untuk memastikan persiapan haji tahun 2026, pasca berdiri sendiri menjadi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Kemenhaji resmi menetapkan kuota haji reguler 2026 untuk 34 provinsi di Indonesia. Tahun depan, Indonesia memperoleh total 221.000 kuota haji, terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawa Timur (Jatim) mencatatkan diri sebagai provinsi dengan kuota haji terbanyak, mencapai 42.409 jemaah.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa berhasil membawa Jatim unggul atas Jawa Tengah yang mendapat 34.122 jemaah dan Jawa Barat dengan 29.643 jemaah.

Lima Provinsi dengan Kuota Haji Terbanyak 2026

  1. Jawa Timur – 42.409 jemaah
  2. Jawa Tengah – 34.122 jemaah
  3. Jawa Barat – 29.643 jemaah
  4. Sulawesi Selatan – 9.670 jemaah
  5. Banten – 9.124 jemaah
  6. DKI Jakarta 7.819 jamaah
Baca Juga :  Rem Blong di Jalur Bromo, 4 Minibus Tabrakan Beruntun dan 11 Orang Luka

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, pembagian kuota disusun sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Kami membagi kuota haji berdasarkan proporsi daftar tunggu antarprovinsi agar adil dan transparan,” ujar Dahnil dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (28/10/2025).

Kuota Haji Ditetapkan Secara Proporsional

Dahnil menekankan bahwa sistem pembagian kuota tahun 2026 dilakukan secara proporsional, menyesuaikan jumlah pendaftar di setiap provinsi.

Sebaliknya, Sulawesi Utara menempati posisi dengan kuota haji paling sedikit, yakni hanya 402 jemaah, Papua Barat (447), Kalimantan Utara (489), NTT (516), dan Maluku (587).

Baca Juga :  Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna

Masa Tunggu Haji Kini 26 Tahun di Semua Provinsi

Lebih lanjut, Dahnil mengungkapkan masa tunggu haji reguler kini disamaratakan menjadi 26 tahun di seluruh Indonesia.

Langkah ini, katanya, bertujuan agar nilai manfaat jemaah menjadi setara dan adil di semua wilayah.

Kuota 2026 sudah sesuai aturan baru dan memiliki dasar hukum yang jelas. Untuk masa tunggu haji antarprovinsi bisa mencapai 47 tahun,” jelasnya.

Kemenhaj berharap sistem baru ini membuat pelayanan haji lebih efisien, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh calon jemaah di Indonesia. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB