Mobil Berlogo BGN Angkut Babi dan Ayam di Nias Selatan, BGN Laporkan ke Polisi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil berlogo BGN kedapatan mengangkut babi dan ayam, viral di media sosial, BGN bantah kepemilikan dan lapor polisi. (Ist)

Mobil berlogo BGN kedapatan mengangkut babi dan ayam, viral di media sosial, BGN bantah kepemilikan dan lapor polisi. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –  Nama Badan Gizi Nasional (BGN) dijadikan mainan membuat publik marah. Kemarahan ini di picu mobil berlogo BGN tertangkap mengangkut babi dan ayam di Nias Selatan, Sumatera Utara.

Video mengangkut babi tersebut viral dan langsung menyulut kemarahan publik. Warga mengecam keras karena kendaraan berstiker program gizi justru dipakai layaknya mobil jagal keliling.

Menanggapi hal itu, BGN langsung bereaksi keras. Mereka menegaskan bahwa mobil tersebut bukan armada resmi instansi. Selain itu, pihak BGN menduga pelaku sengaja menempel merek BGN untuk meraup keuntungan gelap.

Selanjutnya, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memerintahkan laporan resmi ke polisi.

Baca Juga :  Roy Suryo Bongkar Keanehan Ijazah Jokowi Saat Daftar Pilpres, Sebut 99,9 Persen Palsu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami laporkan karena ada penyalahgunaan nama dan merek BGN,” tegas Nanik, Jumat (31/10/2025).

Nanik menambahkan, kendaraan itu tidak terdaftar sebagai aset BGN maupun dapur gizi manapun.

“Kami pastikan mobil itu bukan milik BGN,” tegasnya.

Bukan Mitra Resmi, Baru Ajukan Kerja Sama

Setelah diselidiki, mobil pengangkut hewan itu ternyata milik Yayasan Fahasara Dodo Jamejawa Lasori. Yayasan tersebut baru mengajukan diri sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan hingga kini belum terverifikasi.

“Mereka masih dalam proses pengajuan, belum ada kerja sama,” jelas Nanik.

Dalam video yang beredar, pintu belakang mobil bertuliskan SPPG BGN dibuka, menampakkan babi dan ayam ditumpuk brutal, campur aduk tanpa higienitas. Pemandangan itu langsung membuat netizen muak dan geram.

Baca Juga :  Bocah 8 Tahun Tewas Ditendang Gajah Liar di Pekanbaru, Rumah Dekat Jalur Satwa

Kepala BGN Sumut, Agung Kurniawan, juga mengecam tindakan tersebut.

“Ini mencoreng nama instansi. Kami minta pertanggungjawaban,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras. BGN menegaskan bahwa proses hukum tengah berjalan dan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggangi nama instansi negara untuk bisnis kotor.

“Program gizi kok dipakai angkut babi. Ini jelas keterlaluan,” ujar sumber internal BGN.

Ngaspal nama institusi negara demi mengangkut babi dan ayam? Sadis, memalukan, dan kini kasusnya ditangani polisi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB