BMKG–BNPB Gaspol Modifikasi Cuaca, Tahan Serbuan Hujan Ekstrem di Jabodetabek-Jawa

Minggu, 2 November 2025 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk mencegah banjir dan cuaca ekstrem di Jakarta dan Jabodetabek. Dok Posnews/Ist

Ilustrasi, BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk mencegah banjir dan cuaca ekstrem di Jakarta dan Jabodetabek. Dok Posnews/Ist

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Bencana alam yang terus menghantui wilayah pulau Jawa, membuat pemerintah tak mau kecolongan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

BMKG bersama BNPB langsung tancap gas melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan potensi hujan deras yang bisa memicu banjir dan longsor di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Program ini berjalan hingga Senin, 3 November 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menegaskan langkah tersebut menjadi strategi kunci dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi basah.

“OMC sudah berjalan untuk mengurangi curah hujan dan mencegah banjir serta longsor, terutama di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DIY,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  Pembobolan Minimarket Sukmajaya, 2 Mesin ATM Rusak dan Pelaku Masih Diburu Polisi

Operasi Udara Dimaksimalkan

Sebagai informasi, OMC di Jawa Tengah dimulai sejak 25 Oktober. Dua pesawat Cessna Grand Caravan dengan markas posko di Semarang dan Solo sudah menuntaskan 41 sorti penerbangan. Hasilnya? Awan hujan berhasil dikendalikan dan hujan tersebar merata, bukan mengguyur satu titik secara brutal.

Sementara itu, OMC di Jakarta dan Jawa Barat berjalan sejak 23 Oktober. Satu pesawat Cessna Caravan telah mengeksekusi 29 sorti penerbangan, yang menurut BMKG berhasil signifikan mengurangi curah hujan di wilayah sasaran.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

Kolaborasi Diperketat

Namun, Dwikorita menegaskan OMC bukan satu-satunya senjata. Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan koordinasi darurat.

“Potensi hujan sangat lebat meningkat. Jadi kolaborasi harus naik level. Kesiapsiagaan daerah juga wajib ditingkatkan,” tegasnya.

Dengan kata lain, pemerintah pusat dan daerah diminta kompak mengawal musim penghujan demi melindungi warga dari ancaman bencana. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pungli Pemakaman Gratis Masih Terjadi, Distamhut DKI Ungkap Modus Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB